Sunday, 3 June 2012

Satu Hari Satu Malam Bagai Mimpi Satu Malam

Julian Cholse


Like A Dream
Malam kala itu tiba begitu lama kurasa, benar entah mengapa aku merasa hari itu adalah hari terlama ku untuk menantikan matahari terbenam dan bulan datang. Kukerjakan dengan seksama apa yang ingin aku kerjakan walau memang ada yang tak sanggup aku kerjakan memang itu benar kesalahanku atau kesalahan sipemberi kerjaan kepadaku aku tak tau.

Hingga waktunya tiba aku merasakan bahwa menghabiskan malam yang kutunggu ternyata hanya sekejab bagai mimpi 10 menit saja, huu sunguh-sunguh. Dalam malam itu kami hanya bercanda dan bercanda melewati apa yang tak akan pernah terlewatkan dalam hidup, semua kemelut hidup kami tinggalkan dan hanya focus akan apa yang akan terjadi. Memang terkadanga aku merasa salah untuk merasakan semuanya mengingat satu orang yang mennatiku disana terbaling lemah. Tapi aku juga butuh recover diriku sejenak.

Like a Dream
Malam terlewatkan dengan hal yang indah yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, semua berjalan kala malam menerpa. Kami melihat budaya jawa, masudku salah satunya saja, wayang namanya. Satu pengalaman pertama bagiku, yang menjadi aneh aku bukan melihat wayang didepan mataku, aku memandang kea rah jam 2 dari diriku untuk melihat sesosok wanita yang melantunkan sinden yang merdu sampai aku terpana melihatnya. Wooww sungguhh..

Kala aku tak mendengarkan sindenannya lagi kami meninggalkan apa telah kami lihat sebelumnya, aku tak tau mereka meninggalkan pengalaman itu juga atau tidak, tapi bagiku aku cepat melupakan wayang itu tapi tidak buat sindenannya yang merdu.

Kendaraan mulai bergerak menuju tempat yang kami tunggu-tunggu, tempat yang bisa mengisi kekosongan dalam perut dikala pagi buta menjelang. Gudeg ceker namanya yang hanya buka jam 02.00. keadaan disekitarnya bagaikan aktifitas di sore hari kala hilir mudik kendaraan pulang kerja, mengantri makanan bagai mengantri BLT pemerintah. Sungguh mereka tak lagi merasakan cekaman dan tusukan angina pagi dalam tubuh mereka. Kalau aku sudah menyerah dan hanya duduk menanti sajian datang saja.

Kala itu kulihat ada ceker yang sungguh banyak, terbayang dikepala berapa banyak ayam yang menjadi korban ceker ?? hehehe untuk rasa sepertinya tidak perlu diragukan lagi, rasanya lumayan sebab aku orang yg suka asin dan rasa nya manis, bagi mereka mungkin luar bisa rasanya, yang membuat sedikit kecewa harganya yang cukup untuk makan 3 kali anak kost2an. Huuuuuu sungguhhh

Waktu pukul 04.00 waktunya merasakan kelopak mata menutup mata, karena harus kembali melakukan perjalanan di pagi hari, maksudku pukul 9.00 karena jam 04.00 juga pagi teman. Hehhe…  Kami pergi ke kota yang penuh dengan air. Segalanya tentang air ada disana. Sungguh indah dan suasana yang indah benar kalau kau mengalaminya heeee….

Bagai memasukin dunia penuh fantasi bermain air, berseluncur dan berenang, benar-benar satu pengalaman indah di tambag berjemur di terik matahari menambah kehitaman pada kulitku yang sudah hitam memang. Tapi semuanya sungguh bagus, sebagus satu tempat modern yang kami jalani, banyak pernak pernik kehidupan modern, peralatan modern, makanan modern yang menutup perjalanan tradisonal ke kota Solo.

Hingga  pada pukul 21.30 semuanya berakhir. Selama satu hari satu malam bagai mimpi satu malam.



Thx My Friend


With Love

Julian Cholse

2 comments:

Anonymous said...

ya ampun julllllll,,,so sweet bangedhhh,,,,
memang, ga akan terlupakan kok waktu itu.. :D

Julian Cholse said...

Hahahha ia donkkk aku kan orangnya soooo sweeetttt... hahaha sayang bebrapa hal gak bisa di publishhh

Post a comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Julian Cholse