Showing posts with label Cinta beda budaya. Show all posts
Showing posts with label Cinta beda budaya. Show all posts

Monday, 19 December 2011

Akhir si Beda Budaya !!!

Julian Cholse



Ini adalah akhir dari kisah cinta beda budaya teman, jika kau rajin membacanya kau akan tau maksud ceritanya, jadi silahkan baca cerita sebelumnya teman. Jika sudah dan kau memintaku memberitahumu siapa namanya kali ini benar-benar tak akan kuberitahu sebab dia sudah punya satu. Kau salah bukan sibeda budaya ada satu dihatinya. Ini dia,,,
Begini akhirnya,

Aku coba pejam mata walau sesaat, dia mampir dihidupku, bukan, kali ini kau salah bukan si beda budaya tapi masalahku, kau masih ingat kisahku pertama ? . Ya. . Aku pernah melakukan satu kebodohan yang aku rasa tidak pantas aku lakukan, dan membuat aku hanya hampa.

Ego besar dalam dada tak pernah aku pikir akan membawa suatu masalah, apa yang aku pikirkan tentang semuanya kabur begitu saja, konsentrasi ku terpecah belah. Andai kau tau saja si beda budaya aku rasa hanya seperti ego ku semata disaat aku menduda.

Waktu itu, matahari masih takut untuk pergi meninggalkan dunia, aku berusaha beranikan diri untuk berkata padanya "jalani hidup yang terbaik bagimu aku akan bersamamu walau sebatas teman biasa". "itu kehendakmu? Aku ikut apa yang kau mau, sebab segala yang terbaik akan menjadi bagianmu dan sisanya untukku". Aku termenung memikirkan makna kata itu sampai aku terlupa oleh segalanya.

Menyesal ? Memang terasa dalam dada, tapi aku malu karena ego ku menutupi segalanya, sebab bukan tanpa makna juga, bisa kau bayangkan seberapa banyak aku berkorban dan seperti tidak ada makna, apa kau mau di kata tidak perasa? Aku bukan manusia luar biasa teman. Namun itu semua hanya kenangan saja bukan apa-apa aku sudah melupakannya dan kembali kepadanya.

Oh ya, gmana kabar si beda budaya ? aku sampai lupa teman, aku punya satu janji tak akan mendua, melupakan si beda budaya bukan perkara mudah namun akan kucoba demi satu yang kucinta. Kau tau teman dia begitu berharga dalam diriku, walau dulu aku pernah berkata tanpa cinta aku bias, sekarang kata itu harus aku tepiskan karena aku tak bias berdiri tanpanya. Si beda budaya katanya akan punya satu dimasa lalunya dan kembali kepadanya, itu kata mereka dan yang paling penting mereka satu budaya..

Aku hanya berdoa semoga kelak, perjalanan cintamu berjalan semulus perencanaanmu, tanpa ada satu dua perdu yang menghalang. Satu pesan dari ku kembali mencoba bukan satu perkara mudah, tapi kalau itu membuatmu merasa bahagia kenapa kau tak mau melakukannya. Lakukan sesuai dengan caramu, bukankah DIA berkata mengampuni sampai 70 kali 7 kali? Kau bagaimana? Tidak mau mencoba 70 kali 7 kali dan memaafkan 70 kali 7 kali? Sulit? Aku rasa tidak ingat buang jauh ego mu karena itu membuat kau lupa akan dunia yang sempurna..

^ The End ^

By : Julian Cholse (satu cerita mengispirasi dari seorang sahabatku dengan beberapa khayalan)

Cerita ini hanya karangan dan fiktif belaka yang di ambil dari kisah nyata, apabila ada kesamaan peristiwa maupun nama dan tempat, maka itu hanya kebetulan semata dan tidak direkayasa. T.T


Cinta Beda Budaya? Benar Tak Sempurna

Julian Cholse



Cinta Beda Budaya
Ya… kalau kau baca judul diatas kau akan teringat teman kepada ceritaku sebelumnya. Ya.. kau benar lagi teman, ini lanjutan kisah sahabatku tadi yang mencoba menjalani cinta beda budaya namun terperenjat keyakinan. Kalau kau masih ngotot mau tau namanya hubungi no 0819856733 hheeh yaa.. itu bukan nomor dia, nomor aku teman akan kusampaikan kepadanya ada satu, dua orang yang mengatakan cinta beda budaya akan sempurna.

Bermula dari cerita sahabatku, dan permintaan kelanjutan cerita teman-temanku, maka akan kupannjangakan ceritanya… begini dia..

Berhenti berharap? Ya.. tapi aku pantang menyerah untuk mencoba si beda budaya, walau kata terakhirku berkata aku tak akan mencoba berperang dengan budayanya dan siapa saja yang menolak beda budaya, namun aku dikuatkan oleh-Nya untuk menyatukan persepsi bahwa satu dua manusia diciptakan sama dari debu dan tanah kemanapun kau pergi, siapapun kamu akan tetap sama, debu dan tanah !!

Waktu itu aku ingat tepat malam yang kurang ku suka, tau kenapa? Karena aku hanya sendiri menatap dinding hampa tanpa apa-apa hanya ada dinding kecil bertuliskan my vision. Mau tau apa isinya? Aku rasa kusimpan saja, nanti kau juga bakal melihat isinya ketika kau kenal diriku dan menerima beda budayaku. Tapi apa kau mau menepiskan semua perkara beda budaya adalah hina? Aku rasa tidak mungkin.

Sekedar cerita, aku punya satu teman, menikah beda budaya, namanya Nana. Bukan dia yang menikah beda budaya, tapi dia hasil beda budaya. Sungguh sangat sempurna perawakannya, kecerdasanya seungguh membuat ku tergila-gila. Hampir taka da yang kurang dari dirinya. Ya,, tak ada yang kurang. Papanya seorang yang dianggap keras dan mamanya berasal dari suku yang dianggap beradap, perlu kujelaskan lagi? Aku rasa kau sudah tau maksudku teman.

“Hai teman !! bagaimana kau bias lahir dari seorang beda budaya? Bukankah itu sesuatu yang hina bagi ibumu?”. “masalah hina atau sempurna bukan karena dengan siapa kamu menikah dan dari siapa kamu ada, tapi lebih kepada ketulusan hatimu dan sikapmu. Sebab ada berkata beda budaya belum tentu tak sempurna dan satu budaya mungkin saja tak sempurna”.

Menjalani hidup bukan semata karena sama, dapat kau bayangkan teman jika di bumi ini sama. Kau dan aku sama-sama pria? Mau jadi apa? Tidak ada siburuk rupa dan tidak ada si bagus rupa, apa guna kecantikan dan kegantengan di mata anda? Perbedaan membuat kita bisa menjalani hidup dengan indah kalau kau tak percaya aku buat kau mau percaya. Bisa kau bayangkan jika semua orang punya tujuan yang sama dengan dirimu, berapa banyak persaingan yang akan kau jalani, bisa kau bayangkan jika semua orang adalah pedagang, siapa yang akan jadi petani, bisa kau bayangkan jika semua orang adalah kamu, seberapa berharganya dirimu. Masih kurang percaya kita bicara di belakang saja, kutunggu kau teman masih ingat nomor di atas?

Mencoba bukan sesuatu hal yang salah dan menentang kebiasaan yang menjadi budaya memang susah, tapi jika kau tak mencoba mau jadi apa kita, apa kau rela bersama satu orang yang satu budaya namun tak punya jiwa?. Mana lebih bermakna, menikah beda budaya dengan pilihan jiwa daripada menikah terpaksa karena satu budaya dengan orang yang tak kau suka?. Jika jawaban mu tetap sama kita bertemu saja!!!


By : Julian Cholse (satu cerita menginspirasi dari seorang sahabatku dengan mengambil beberapa pengalaman diri)


Bersambung...

AKHIR SI BEDA BUDAYA !!!

Cerita ini hanya karangan dan fiktif belaka yang di ambil dari kisah nyata, apabila ada kesamaan peristiwa maupun nama dan tempat, maka itu hanya kebetulan semata dan tidak direkayasa. T.T

Saturday, 17 December 2011

Cinta Beda Budaya!!!

Julian Cholse



Cinta Beda Budaya
Aku punya satu cerita yang menginspirasi, mau dengar? Aku tulis saja teman…
Satu cerita cinta menginspirasi dari kehidupan seorang teman. Mau tahu siapa dia? Aku rasa masalah nama kita bicarakan di belakang saja, jika kau iba hubungi aku teman, akan kuberi kabar kepadanya ada satu dua orang yang mau menerima cinta beda budaya.

Begini ceritanya……
Mulanya biasasaja (lagu meriam belina) hooooo…. Biasa saja pertama bertemu, tanpa ada bekas luka di dada, yaaa kau juga pasti sama belum bisa membekas kalau baru pertama, yaaa paling hanya lecet pada mata saja (terpesona pada pandangan pertama). Bertemu kedua mata mulai buta dan hati sedikit terluka (terkontaminasi cinta). Dari situ aku coba beranikan diri bertanya siapa namanya. Dia berkata dengan senyumannya “Dinda”. Itulah awal kami berkata sampai suatu ketika aku punya satu kesempatan untuk bertemu dengannya setiap detik dan waktu dalam kelompok yang sempurna.

Aku mencoba menahan untuk tidak berkata apa-apa kepadanya, karena kala itu dia sudah punya satu dihatinya.  Satu bulan belum terasa, dua bulan juga belum, sampai suatu ketika waktu berpihak, dia melepaskan yang dia punya dan aku punya masalah. “ Tuhan memang adil”, kucoba jalan langkah demi langkah untuk mencapai dia yang menurutku biasa saja namun sikapnya sungguh luar biasa. Padahal teman-temannya sering mengatakan dia lola, huuuu tapi namanya juga cinta mau dikata apa juga tetep aja sama. Heheheheh

Mula kedekatan sudah ada, hanya saja dia belum tau apa-apa. Aku coba dan mencoba, dan akhirnya aku bisa. Jalan berdua kami bersama walau kadang bersama teman semua, tapi tetep aja sama sebab mereka juga sama, dukung aku maksudnya.

Yaaa,,  aku ingat sekali ceritanya ketika aku berdua bersama dia.  Aku tak sengaja bertanya karena rasa penasaranku juga. “Din, mungkinkah jika ada seorang beda budaya menghampirimu dan kau menerimanya?” dia hanya senyum dan ketawa “bukan masalah aku mau menerimanya atau tidak, tapi beda budaya dalam pandangan budaya ku akan tak sejalan dengan budaya dalam keluarga dan dihina”. Sontak aku seperti terjatuh kedalam jurang dan terbenam “untung aku seperti bercanda, jadi tak ada kata curiga dalam dirinya”.

Aku berpamit pulang dan dalam jalanku hanya ada satu, dua, tiga kata “beda budaya tak terima karena keluarga, beda budaya tak terima karena papa, beda budaya tak terima karena mama, beda budaya tak terima karena apa???”. Kalau kau tau teman mimpiku juga sama malah lebih parah, begini ceritanya. Kala senja mataku yang berkaca-kaca kucoba untuk terpejam, ya walau sedikit sulit kurasa. Namun, lama-lama aku tertidur juga dan baru dua jam tertidur aku bermimpi menikahinya. Wauuu hebat pikirku akhirnya aku bisa menakhlukan si beda budaya. “Mulai dari sekarang keluarga, papa, mama tak akan menganggap kamu keluarga dan akan dicoret dari keluarga, hiduplah kamu bersamanya tanpa ada hubungan dengan kami semua, igat itu”. Aku terbangun “akhh acara pernikahanku gagal, huuu”. Aku tak bisa tidur hanya merenungi kebodohanku tadi dan memikirkan mimpiku barusan.

Sampai sekarang aku masih berharap kepadanya, walau beda budaya asal hati kami sama, masalahnya hati kami sama tapi jiwa dia menolak dan berpura-pura. Kesal-kesal dan seribu kesal. Aku hanya berdoa, semoga dia dapatkan yang baik, berguna dan satu budaya, aku semoga mendapat satu budaya dan tak akan mencoba berperang dengan budaya dia dan siapapun yang menganggap beda budaya adalah karma dan hina.

Itulah cinta yang sirna karena beda budaya…. Apa kau mengalami hal yang sama??

By : Julian Cholse (satu cerita menginspirasi dari seorang sahabatku “cinta beda budaya”)


Cerita ini hanya karangan dan fiktif belaka yang di ambil dari kisah nyata, apabila ada kesamaan peristiwa maupun nama dan tempat, maka itu hanya kebetulan semata dan tidak direkayasa. T.T


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Julian Cholse