Monday, 19 December 2011

Cinta Beda Budaya? Benar Tak Sempurna

Julian Cholse



Cinta Beda Budaya
Ya… kalau kau baca judul diatas kau akan teringat teman kepada ceritaku sebelumnya. Ya.. kau benar lagi teman, ini lanjutan kisah sahabatku tadi yang mencoba menjalani cinta beda budaya namun terperenjat keyakinan. Kalau kau masih ngotot mau tau namanya hubungi no 0819856733 hheeh yaa.. itu bukan nomor dia, nomor aku teman akan kusampaikan kepadanya ada satu, dua orang yang mengatakan cinta beda budaya akan sempurna.

Bermula dari cerita sahabatku, dan permintaan kelanjutan cerita teman-temanku, maka akan kupannjangakan ceritanya… begini dia..

Berhenti berharap? Ya.. tapi aku pantang menyerah untuk mencoba si beda budaya, walau kata terakhirku berkata aku tak akan mencoba berperang dengan budayanya dan siapa saja yang menolak beda budaya, namun aku dikuatkan oleh-Nya untuk menyatukan persepsi bahwa satu dua manusia diciptakan sama dari debu dan tanah kemanapun kau pergi, siapapun kamu akan tetap sama, debu dan tanah !!

Waktu itu aku ingat tepat malam yang kurang ku suka, tau kenapa? Karena aku hanya sendiri menatap dinding hampa tanpa apa-apa hanya ada dinding kecil bertuliskan my vision. Mau tau apa isinya? Aku rasa kusimpan saja, nanti kau juga bakal melihat isinya ketika kau kenal diriku dan menerima beda budayaku. Tapi apa kau mau menepiskan semua perkara beda budaya adalah hina? Aku rasa tidak mungkin.

Sekedar cerita, aku punya satu teman, menikah beda budaya, namanya Nana. Bukan dia yang menikah beda budaya, tapi dia hasil beda budaya. Sungguh sangat sempurna perawakannya, kecerdasanya seungguh membuat ku tergila-gila. Hampir taka da yang kurang dari dirinya. Ya,, tak ada yang kurang. Papanya seorang yang dianggap keras dan mamanya berasal dari suku yang dianggap beradap, perlu kujelaskan lagi? Aku rasa kau sudah tau maksudku teman.

“Hai teman !! bagaimana kau bias lahir dari seorang beda budaya? Bukankah itu sesuatu yang hina bagi ibumu?”. “masalah hina atau sempurna bukan karena dengan siapa kamu menikah dan dari siapa kamu ada, tapi lebih kepada ketulusan hatimu dan sikapmu. Sebab ada berkata beda budaya belum tentu tak sempurna dan satu budaya mungkin saja tak sempurna”.

Menjalani hidup bukan semata karena sama, dapat kau bayangkan teman jika di bumi ini sama. Kau dan aku sama-sama pria? Mau jadi apa? Tidak ada siburuk rupa dan tidak ada si bagus rupa, apa guna kecantikan dan kegantengan di mata anda? Perbedaan membuat kita bisa menjalani hidup dengan indah kalau kau tak percaya aku buat kau mau percaya. Bisa kau bayangkan jika semua orang punya tujuan yang sama dengan dirimu, berapa banyak persaingan yang akan kau jalani, bisa kau bayangkan jika semua orang adalah pedagang, siapa yang akan jadi petani, bisa kau bayangkan jika semua orang adalah kamu, seberapa berharganya dirimu. Masih kurang percaya kita bicara di belakang saja, kutunggu kau teman masih ingat nomor di atas?

Mencoba bukan sesuatu hal yang salah dan menentang kebiasaan yang menjadi budaya memang susah, tapi jika kau tak mencoba mau jadi apa kita, apa kau rela bersama satu orang yang satu budaya namun tak punya jiwa?. Mana lebih bermakna, menikah beda budaya dengan pilihan jiwa daripada menikah terpaksa karena satu budaya dengan orang yang tak kau suka?. Jika jawaban mu tetap sama kita bertemu saja!!!


By : Julian Cholse (satu cerita menginspirasi dari seorang sahabatku dengan mengambil beberapa pengalaman diri)


Bersambung...

AKHIR SI BEDA BUDAYA !!!

Cerita ini hanya karangan dan fiktif belaka yang di ambil dari kisah nyata, apabila ada kesamaan peristiwa maupun nama dan tempat, maka itu hanya kebetulan semata dan tidak direkayasa. T.T

0 comments:

Post a comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Julian Cholse