Friday, 23 March 2012

The Raid : Action yang Memukau

Julian Cholse

The Raid (2012)
Wow.. Awsome... Film ber-genre Action | Crime | Thriller ini bener-benar membuat saya tercengan (mulai menit 20 kira-kira). Bagaimana tidak, aksi nya hampir 70% adalah Action.

The Raid membawa kita pada sebuah serbuan maut satu pasukan anti kriminal, di mana Rama berada di dalamnya. Targetnya jelas, "kerajaan" Tama. Misi penyerbuan dipimpin oleh Jaka (Joe Taslim), seorang komandan yang penuh tanggung jawab. Dia memimpin 18 orang berani mati. Selain Rama, ada juga Bowo (Tegar Satriya) dan belasan orang lagi. Masih ada satu orang yang jadi pemimpin operasi, Wahyu (Pierre Gruno), dan bersama-sama mereka menyerbu gedung di waktu subuh. Awalnya semua seperti sesuai rencana, sampai ketika sebuah insiden membuat operasi tersebut diketahui oleh Tama. Tama kemudian mengerahkan hampir semua anak buahnya yang tinggal di gedung tersebut, untuk menghabisi Jaka, Rama dan rekan-rekannya. Keadaan menjadi genting bagi para pahlawan kita, saat Tama mengontrol seluruh gedung dari singgasananya. Maka dimulailah pertarungan hidup-mati, baik lewat tangan kosong atau menggunakan senjata tajam dan api. Jaka, Rama dan teman-teman harus menyusuri lantai demi lantai, menghabisi satu demi satu penjahat, hingga akhirnya mencapai lantai tertinggi di mana Tama tinggal. Sebuah proses yang menyuguhkan banyak darah, serta pengkhianatan demi pertarungan antara satu Alfa dengan Alfa lainnya.

Memang awal menonton film ini agak kaku mungkin bagi anda yang terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang tidak formal, sebab mereka menggunakan bahasa yang sangat formal (di awal film). Aku saja sampai ketawa dibuatnya. Namun di menit 20 saya mulai berdecak kagum melihat aksi bertarungnya, apalagi didukung efek suara yang bagus dan efek gambar yang bagus (gak seperti film2 di acara TPI atau Indosiar).

Oh ya, ada keberagaman budaya Indonesia juga di dalamnya, sampai-sampai pengunjung 21 Cineplex AMPLAZ ketwa, bagaimana tidak, jika anda mendengarkan logat teman kita yang dari Timur, "mau apa pula kau nih, jangan buat macam2, nanti saya bantai kamu" (logat timur). Heeee..

Dalam setiap adegan khususnya ketika Iko Uwais yang bertarung hampir seluruh pengunjung bertepuk tangan dan mengatakan WOWWW kerennn.. Aku saya sampai gelisah buat duduk (apalagi duduk di bangku depan) efeknya nyata banget, agak sedikit jijik juga habis banyak darah,, hheheh


Oh ya,, dalam filmnya juga banyak menggunakan kata2 kasar ANJING, BABI, BANGSAT, jadi bener2 gak disarani buat anak2.. heheh..



Overall filmnya Bagusss.. dari saya 9/10


0 comments:

Post a comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Julian Cholse