Wednesday, 18 April 2012

Review Conceptual framework (Kerangka Dasar) dari PSAK 2009

Julian Cholse

Kerangka dasar (framework) adalah suatu konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan, kerangka dasar ini bukanlah SAK, dan karenanya tidak mendefinisikan standar untuk permasalahan pengukuran dan pengungkapan tertentu. Tujuan kerangka dasar ini adalah sebagai acuan bagi : Komite penyusun standar akuntansi keuangan, Penyusun laporan keuanagan, Auditor, dan Para pemakai laporan keuangan

Ruang lingkup Kerangka dasar meliputi :
Tujuan laporan keuangan
Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalamlaporan keuangan
Definisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuklaporan keuangan
Konsep modal dan pemeliharaan modal

Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Kerangka dasar ini berlaku untuk laporan keuangan untuk semua jenis perusahaan komersial, baik sektor publik maupun sektor swasta

Tujuan laporan keuangan : menyediakan informasi menyakut posisi keuangan kinerja sertaperubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagisejumlah besar pamakai dalam pengambilan keputusan ekonomi

Pemakai laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditur usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaganya, dan masyarakat

Asumsi dasar dalam penyusunan laporan keuangan :
a.                dasar akrual
pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (dan
bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam
catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang
bersangkutan.
Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar)dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Laporan keuangan yang-disusun atas dasar akrual memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas tetapi juga kewajiban pembayaran kas di masa depan serta sumber daya yang merepresentasikan kas yang akan diterima di masa depan. Oleh karena itu laporan keuangan menyediakan jenis informasi transaksi masa lalu dan peristiwa lainnya yang paling berguna bagi pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

b.                dasar kelangsungan usaha
Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan usaha
perusahaan dan akan melanjutkan usahanya di masa depan. Karena itu, perusahaan diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya.

Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karateristik kualitatif pokok yaitu:
a.                dapat dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah
kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai.
b.                relevan
Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu.
c.                keandalan
Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dan dapat disajikan.

d.                dapat diperbandingkan.
Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan dan memperbandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.


Posisi keuangan yang terdiri dari aktiva, kewajiban dan ekuitas
·                     Aktiva: Aktiva diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan aktiva tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.
 Aktiva tidak diakui dalam neraca kalau pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam perusahaan setelah periode akuntansi berjalan. Sebagai alternatif transaksi semacam itu menimbulkan pengakuan beban dalam laporan laba rugi.
·                     .Kewajiban: Hutang perusahaan masa kini yang timbul dariperistiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkanmengakibathan arus keluar dari sumber daya perusahaan yangmengandung manfaat ekonomis.
 Namun, kewajiban juga timbul dari praktek bisnis yang lazim, kebiasaan dan keinginan untuk memelihara hubungan bisnis yang baik atau bertindak dengan cara yang adil. Kalau misalnya sebagai suatu kebijakan, perusahaan memutuskan untuk menarik kembali produknya yang cacat meskipun masa garansi sebenarnya telah lewat, jumlah yang diharapkan akan dibayarkan tersebut merupakan kewajiban.

·                     Ekuitas: hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.

Kinerja, unsur kinerja terdiri dari penghasilan dan beban:
·                  Penghasilan (income): kenaikan manfaat ekonomi selama satuperiode dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva ataupenurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yangtidak berasal dari konstribusi penanam modal.
·                  Beban (Expenses): Penurunan manfaat ekonomi selama satuperiode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnyaaktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunanekuitas yang tidak menyagkut pembagian kepada penanam modal.

Penyesuaian Pemeliharaan Modal
Revaluasi atau pernyataan kembali (restatement) aktiva dan kewajiban menimbulkan kenaikan atau penurunan ekuitas. Meskipun memenuhi definisi penghasilan dan beban, menurut konsep pemeliharaan modal tertentu, kenaikan dan penurunan ini tidak dimasukkan dalam laporan laba rugi. Sebagai alternatif, pos ini dimasukkan dala m ekuitas sebagai penyesuaian pemeliharaan modal atau cadangan revaluasi.

0 comments:

Post a comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Julian Cholse