Monday, 20 February 2012

My First Love……

Julian Cholse



 Hai teman aku ingin bercerita bukan hanya sepatah dua patah kata padamu, namun banyak kata. Aku akan bercerita banyak, banyak hal tentang masa lalu ku, masa lalu yang bagia. Dulu aku sempat menulisnya dalam sebuah blog namun  aku hapus semua dengan harapan bisa melupakannya, tapi kau tau teman sulit, sulit benar melupakan satu buah pengalaman indah dan sakit kalau kata lagu terlalu indah dilupakan terlalu sakit dikenangkan.

Aku mulai saja teman, cerita ini bermula ketika aku pulang ke sebuah desa kecil temapat aku dibesarkan, tempat yang punya banyak cerita tentang diriku dulu yang kumuh, lasak, dan ceria. Beranjak dari sekolah dasar aku pernah merasakan suatu cerita cinta, begini ceritanya……..

Orangtua ku merupakan seorang petani dan memang seluruh keluarga dari papa ku petani dan didominasi oleh petani sawit. Kala itu abang dan adik papa ku membeli lahan baru seluas 5 hektar untuk ditanami sawit, namun karena sawit masih kecil keluarga besar ku menanam jagung dilahan tersebut.

Waktu telah menunjukkan pukul 07.00 aku, kakak, beserta kedua orang tua ku pergi keladang yang akan kami tanami jagung bersama keluargaku yang lain. Satu jam kemudian, suasana mulai sibuk dengan aktifitas menanam  jagung. Aku bersama dengan dua anak bibiku dan adik papa ku. Kulihat datang seorang tua bersama seorang putri cantik jelita, “bisa saya meminjam HP mu untuk menghubungi anak saya sebab mamanya sakit” pamanku pun menjawab ya. Selama menelepon anak jelita tersebut membantu kami menanam jagung. Aku merasa ada yang aneh, deg-deg an , senang. “boleh saya bantu” serunya, “boleh silahkan ambil bibit jagung ini”. Tanpa banyak tanya dia mengambil dan mulai menanam jagungnya. Kulihat wajahnya yang manis jelita membuat aku sungguh terpana, aku tak tahu apa dia juga punya satu yang sama.

“Mel, mel, kita pulang”, “ia pa !!, eh aku pulang dulu ya”. Secepat kilat dia pergi dan aku merasa satu kesedihan tak tau mengapa, aku juga lupa menayakan siapa namanya. “huft tanpa berkenalan, tak apalah”. Aku hanya menebak namanya Imel ato apalah, pikirku yang penting aku bisa bertemu dengan dia, jika jodoh aku dan dia akan bersama nanti, dikemudian hari.

Dua bulan berlalu aku masuk ke SMP di kampungku dan lumayan favorit waktu itu. Seminggu dikelas keadaan bisa saja mencekam, tanpa ada apa-apa yang spesial. Sampai pada satu kesempatan aku bertemu dengan sebuah bidadari kecil yang ku kuidamkan dulu. “ha? Aku bertemu dia, yes yes!!!” dia mengenalkan diri dikelas dan menyebutkan nama lengkapnya Imel  Aderistin, cantik juga pikirku… dia duduk di sebelahku, bukan tepat disebelahku teman. Namun begitu aku senang bisa memandangnya setiap hari. Semangat membara membakar diriku setiap pagi untuk bangun lebih awal dan berangkat kesekolah. Kukayuh sepedaku dan kukayuh hanya demi bertemu dia. Aku sangat mengagumi dia, begitulah aku, hanya terdiam selama satu tahun memandanginya dengan sennyuman dalam hati dan kasih.

Suatu kali, waktu kenaikan kelas aku mendengar satu buah gosip, berita aku tak tahu namanya apa, katanya dia mau pindah, ketempat yang tak bisa aku jangkau. Satu malaman aku hany nagis, dan aku merasa bodoh, sangat bodoh karena aku belum sempat mengatakan hal yang mengganjal dalam hatiku.

Ku mendekat danmencoba berteman dengan dia walu aku gugup sampai suatu kali aku bisa duduk bersama dia, wangi tubuhnya sungguh membuat aku senang, bahagia, dan dia menujukkan hal yang positif padaku. “hai, kamu yang dulu kita pernah ketemu bukan? “ ia, tu aku, kamu ingatkah? “ia aku ingat kaumu kok”, jawabnya tersipu malu.. perbincangan kami mendalam dan mendalam mebuat aku semakin tertarik kepada kepribadiannya, karena dia adalah satu wanita yang samapi sekarang kuidamkan, baik, pintar, manis.

Hari-hariku bahagia saat itu, senganbenar, gimana tidak kami sering duduk bersama dikelas, sering bercerita. Bercanda dan belajar bersama kami sering lakukan bersama satu teman dekatku lagi namanya Arin, dia baik dan teman amel sejak kecil.

Oh ia, aku ada satu cerita lucu lagi dengan dia, aku ingat sangat akan hal ini dia pernah menajak aku natalan bareng di gerejaku, sengang benar aku. Kami jalan bertiga, dia, aku, dan satu saudaranya, kami berjalan dibelakang dan bercerita-cerita indah. Begitu pula kala pulang aku sempat memegang tangannya, namun aku tak mengatakan nya harapanya dia tahu isi hatiku, dan aku tau kalau dia juga merasakan sesuatu itu.

Belum hilang bekas bekas malam itu, dia bertamu kerumahku, bersama satu orang yang kukenal, aku sungguh sengan, senang benar. Kami bercanda dan aku inat waktu itu aku salah tingkah samapi-sampai tersandung bunga yang begitu besar. Huuu malu aku

Hariku berlalu begitu indah besamanya sampai beberapa bulan kemudia gosip yangkudengar berubah jadinyata. Dia meng SMS aku, dan berkat dia akan pergi dan berkata I … U, terimakasih untuk semuanya, kau yang pertama. Itu kata-kata yang pernah kuingat darinya walau hanya SMS. Aku membalas I Love U… dan dia membalas I Love u too.. samapi sekarang aku masih menyimpan hape pertamaku dulu walau sms dia telah terhapus namun, kala aku melihat hape itu, aku mengingat dia, yang pertama menyentuh hatiku.

Dia sering mengirimi aku surat dan membuat tandatangan gabungan dari nama kami berdua, beberapa suratnya aku simpan hingga kini beserta beberapa pemberiannya. Aku sempat menyatakan cinta kembali kepadanya setelah 6 tahun kemudian dan dia mau menjadi pacarku, karena alasan jarak dan tidak direstui dia memutuskan untuk berpisah dan berkata kita akan bertemu kalau kita berjodoh..

Sekarang aku hanya pasrah, menanti masa kecil yang indah, karena dia masih yang terindah, tak ada satupun yang dapat menggantikan dia hanya dia yang akan dihatiku. Pernah aku mencoba mencintai yang lain tapi tak bisa, dan ada beberapa orang yang tersakiti karena aku tak mau menerimanya. Bukan karena dia simasa laluku, tapi karena dia yang masih menjadi tambatan hatiku.

Aku akan berhenti mencintainya ketika nafasku telah sirna dan aku meninggalkan dunia.
I lOVE U,, .

Liat Foto2nya Keren kan... wuihhhh ini aku waktu kecil sooo sweet gkkk





0 comments:

Post a comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Julian Cholse