Wednesday, 12 May 2010

Materi Ujian Pengamen Bu Harsiwi

Julian Cholse


Materi Ujian pengantar Manajemen sudah dapat di download, silahkan klik folder berikut

Bahan dalam Bentuk Power Point.






Judul:

Business Communication Essentials Jilid 1 ( Komunikasi Bisnis Jilid 1)


Pengarang :

Courtland Bovee (Author), John V. Thill (Author)

Terimakasih

Julian

terimakasih...

Jangan lupa coment2 yaaaaaaa

Bahasa Indonesia Pak Kunjana Pahardi

Julian Cholse

Materi Ujian Pak Kunjana tentang Karya Tulis Ilmiah tinggal 1 kelompok lagi yang belum mengumpulkan,




Berikut materi Ujiannya



Terbaru

Tuesday, 11 May 2010

ISO 9004 : Continual Improvement yang terlupakan?

Julian Cholse


Budaya Mutu Banyak sekarang, perguruan tinggi mengejar dan ingin menjadi “world class university”. Persyaratan menjadi “world class university” pun tidak sulit yang penting perguruan tinggi tersebut memiliki sertifikasi standar Internasional. Salah satunya, sertifikasi ISO 9001:2008. Untuk meraih sertifikasi ISO ini pun tidak sulit karena hanya membutuhkan 4-6 bulan saja, sertifikasi pun dapat diraih. Ada tiga tahap untuk mendapatkan sertifikat ISO (International Standard Organization) 9001:2000 yakni; pra sertifikasi, sertifikasi dan pasca sertifikasi. Prosesnya berawal dari mendaftarkan diri pada badan sertifikasi ISO 9001:2008. Badan Sertifikasi ISO akan melakukan audit (pra sertifikasi). Hasil audit ini digunakan untuk menentukan scope dan lingkup bidang yang akan disertifikasi. Selanjutnya, badan sertifikasi tersebut akan melakukan pendampingan untuk melakukan perbaikan dan melengkapi dokumen persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Perguruan Tinggi masih kurang atau belum ada.

Setelah semua dokumen mutu yang dipersyaratan oleh standar (klausul) ISO 9001: 2008 mencukupi maka tahap berikutnya diimplementasikan di lapangan. Selama tahap implementasi ini Perguruan Tinggi tersebut masih didampingi oleh badan sertifikasi tersebut. Pada tahap akhir kemudian dilakukan audit mutu oleh badan sertifikasi. Karena semuanya telah disiapkan dengan baik, maka ketika diaudit sudah sesuai dengan persyaratan untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008. Tak lama kemudian akan menerima Sertifikat ISO 9001:2008 dari badan sertifikasi ISO. Selesai. Perguruan Tinggi tersebut sekarang sudah dapat mensejajarkan dirinya dan mendeklarasikan bahwa dirinya sebagai “World Class University”. Sertifikasi ISO 9001:2008 ini berlaku 2-3 tahun dan akan diaudit kembali 6-12 bulan sekali setelah sertifi-kasi diperoleh sesuai dengan kesepakatannya dengan badan sertifikasi. Semudah itukah sebuah Perguruan Tinggi dalam hitungan bulan sudah men-jadi sebuah Perguruan Tinggi yang “World Class University”? Pada akhirnya banyak Rektor Perguruan Tinggi berlomba- lomba agar Perguruan Tingginya meraih predikat “The World Class University”. Sertifikasi ISO 9001:2008 dikejar mati- matian. Namun, di balik itu semua yang tidak pernah disadari se-sungguhnya adalah tidak berubahnya perilaku anggota organisasi itu sendiri. Karena sertifikasi ISO 9001:2008 akan kehilangan makna jika komitmen dari seluruh anggota organiasi terhadap manajemen mutu tidak terbangun dengan baik. Komitmen ini ditunjukkan oleh pimpinan tertinggi sampai anggota orga-nisasi di tingkat bawah di Perguruan Tinggi tersebut. Selain itu budaya yang berkembang di organisasi itu betul-betul mencerminkan budaya proses bukan budaya result, sesuai dengan filosofi ISO 9000 yang process oriented. Mampukah anggota organisasi perguruan tinggi berubah budayanya dari result oriented ke process oriented. Budaya result oriented akan mendorong manusia berupaya menghasilkan result yang instan dalam waktu relatif cepat dan kalau perlu menggunakan jalan pintas. Akibatnya, budaya normatif berkembang sumbur yang penting penampilan luarnya meyakinkan, sehingga terbentuk keberhasilan semu. Budaya yang diusung oleh ISO 9000, hakekat-nya adalah budaya proses. Dengan proses yang baik akan menghasilkan result yang baik pula, sehingga jejak rekam kegiatan itu tampak. Jika seka-rang belum dapat mencapai hasil yang diharapkan, maka perlu dilakukan tindakan evaluasi dan perencanaan yang baik agar proses yang dilakukan dapat menghasilkan hasil yang meningkat dari sebelumnya. Inilah yang dikenal dengan continual improvement. Bagaimana Perguruan Tinggi bisa melakukan continual improvement atau peningkatan perbaikan berkelanjutan terhadap organisasinya? Jawabnya gunakanlah ISO 9004:2000 yang merupakan panduan untuk perbaikan kinerja organisasi. Standar ini bukan digunakan untuk meraih sertifikasi ISO 9001:2008 tetapi merupakan standar untuk memperbaiki kinerja organisasi dari dalam dirinya sendiri. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasi-kan standar ini, yaitu :1. ISO 9004 merupakan guidelines menuju kinerja sistem manajemen mutu yang sudah dikenal standardnya adalah ISO 9001 versi 2008. Dalam standard ini sudah dijelaskan bahwa ISO 9004 adalah pasangan konsisten yang didesign untuk saling melengkapi terhadap persyaratan ISO 9001:2008, namun dalam aplikasinya bisa juga digunakan secara independent. walaupun kedua standard international tersebut mempunyai scope yang berbeda, namun keduanya tetap mempunyai struktur yang serupa agar bisa membantu aplikasinya sebagai pasangan yang konsisten. 2. ISO 9004 memberikan penjelasan tentang sasaran sistem manajemen mutu yang rentangnya lebih luas dari pada persyaratan ISO 9001:2000, khususnya untuk “continual improvement” effisiensi dan kinerja perusahaan termasuk juga effectivitasnya. Bagi perusahaan atau top management yang ingin menerapkan sedikit lebih ketat dari persyaratan ISO 9001 guna memastikan terjadinya “ continual improvement” kinerja perusahaan, maka ISO 9004 adalah pilihan yang cocok untuk perusahaan tersebut. hanya saja ISO 9004 sampai saat ini tidak ada CERTIFICATE nya seperti ISO 9001, karena memang tujuannya bukan untuk certifikasi atau kontrak. 3. Perlu dicatat bahwa semua persyaratan ISO 9001:2000 sudah ada dalam ISO 9004 dan ditambah dengan penjelasan- penjelasan lain yang tujuannya memberi kemudahan dalam meraih kinerja manajemen mutu. 4. Dalam ISO 9004:2000 Untuk terjadinya “continual improvement” kinerja perusahaan, maka top management perlu menerapkan 8 prinsip management mutu sebagai berikut: Customer Focus Leadership Involvement of People Proses Approach System Approach to management Continual Improvement Factual Approach to Decision Mutual Benefiacial Supplier Relationships Di point empat inilah, budaya anggota organisasi mulai dibentuk, sehingga diharapkan akan memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam mendorong tercapainya implementasi sistem manajemen mutu yang betul- betul mengakar pada organisasinya.

Semoga memberi inspirasi dan motivasi para pembaca dalam memperoleh gambaran sesungguhnya bagaimana membangun dan mengembangkan sistem manajemen mutu berbasis ISO 9000 di perguruan tinggi. Namun demikian, dalam implementasinya perlu disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan sumberdaya yang ada di Perguruan Tinggi masing- masing.

Monday, 10 May 2010

Instant Messaging Meningkatkan Produktivitas Kerja?

Julian Cholse

Survei online yang dilakukan Microsoft Windows Live kepada 1.400 responden di Asia Tenggara menunjukan, 94 persen mengaku menggunakan Instant Messenger (IM) untuk melakukan komunikasi sosial, dan 54 persen di antaranya mengaku menggunakannya pada saat bekerja.

IM digunakan oleh mereka untuk berkomunikasi dengan kolega, bergosip, mengajak kencan, selingkuh, dan bahkan mengundurkan diri dari pekerjaan. Dari sejumlah responden yang menggunakan IM saat bekerja, 44,3 persen menghabiskan antara 10-30 persen waktu bekerjanya untuk online, sementara lebih dari 10 persen responden mengatakan bahwa mereka memanfaatkan lebih dari 80 persen waktu kerjanya untuk menggunakan Instant Messenger.

Ketika ditanya apakah hal tersebut membuat mereka tidak produktif di kantor, 59,4 persen dari mereka menjawab tidak. Penggunaan IM saat bekerja justru meningkatkan produktivitas mereka.

Lantas seberapa penting IM digunakan untuk komunikasi di kantor? lebih dari 37 persen mengatakan bahwa mereka menggunakan IM untuk berkomunikasi dengan kolega, 12,1 persen dengan klien, dan hampir 10 persen dengan pimpinan mereka.

Tidak hanya berfungsi sebagai sebagai alat komunikasi, 60,5 persen pengguna memanfaatkan IM untuk mengirim dokumen, yang menambah efisiensi kerja karyawan.

Source : Kompas.com

Sunday, 9 May 2010

Perusahaan Efektif Dan Karyawan Produktif!

Julian Cholse

”Produktivitas Tinggi Hanya Dapat Dihasilkan Oleh Organisasi Yang Efektif Dengan Dukungan Karyawan Yang Optimis Dan Profesional.” – Djajendra



Produktivitas adalah sebuah keharusan dalam bisnis. Jika para pekerja bisnis mampu menjadi lebih efektif sesuai dengan sasaran dan target kerja, maka kemungkinan besar mereka akan menjadi pekerja yang produktif di semua aspek kerja perusahaan. Dan hal ini bisa terwujud jika perusahaan menjalankan setiap fungsi dan peran organisasi dengan efektif.

Membuat karyawan menjadi produktif tidak hanya cukup melalui kepemimpinan yang efektif. Tetapi, diperlukan mind set secara keseluruhan di perusahaan untuk menjadi lebih produktif. Hal ini hanya bisa terwujud bila perusahaan menciptakan lingkungan kerja dalam keseimbangan yang harmonis yang diperkuat dengan nilai-nilai kerja dalam wujud tekad, komitmen, disiplin, antusias, etika, dan semangat yang tinggi untuk menjadi yang terbaik.

Produktivitas berarti memanfaatkan waktu yang dimiliki secara optimal untuk menghasilkan out put yang sebanyak mungkin dengan kualitas setinggi mungkin. Produktivitas berarti tidak pernah menunda-nunda pekerjaan dan cerdas berkomunikasi, berkoordinasi, berkolaborasi, dan bersinergi dengan semua pihak untuk menghasilkan out put berkualitas yang optimal. Produktivitas berarti bekerja secara efektif, kreatif, strategis, inovatif, dan tepat guna terhadap setiap tindakan untuk menghasilkan out put berkualitas terbaik.

Perusahaan yang efektif pasti akan menyiapkan sistem informasi, rencana, sumber daya, strategi, dan visi yang jelas untuk membantu para karyawan menjadi lebih produktif dalam melakukan pekerjaan sesuai target.

Jika perusahaan tidak menjelaskan atau menggambarkan semua rencana, tujuan, strategi, dan visi secara jelas dan terang; maka karyawan akan sering bingung untuk mengambil tindakan. Akibatnya, akan sering-sering terjadi penundaan kerja dan karyawan merasa tidak memiliki informasi yang jelas untuk menyelesaikan tugas sesuai waktu.

Perusahaan harus mendelegasikan semua target dan sasaran kerja dengan jelas dalam bahasa yang sederhana, lalu menciptakan kepastian dalam setiap rencana, dan memberikan informasi yang benar kepada karyawan.

Kembangkan sistem kerja yang mampu membantu karyawan untuk menjadi lebih produktif, untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan cepat dan tepat waktu. Untuk itu, perusahaan harus membangun etos kerja yang diperkuat dengan panduan etika bisnis, code of conduct, sop, dan kebijakan lain yang sederhana dan mudah untuk dikerjakan. Termasuk, mengembangkan teknologi dan peralatan kerja yang bersifat tepat guna, yang mampu menyederhanakan dan mempermudah cara pencapaian target. Selain itu, perusahaan harus selalu memotivasi para karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka agar menjadi lebih berkualitas.

Source : DJAJENDRA

Saturday, 24 April 2010

Dampak Korupsi Terhadap Perekonomian

Julian Cholse


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

    Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan, terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. Banyak pendapat yang timbul akibat korupsi tersebut baik yang pendapat yang pro maupun yang kontra. Akan tetapi, korupsi merugikan negara dan dapat merusak sendi-sendi kebersamaan bangsa.

    Korupsi, secara teori bisa muncul dengan berbagai macam bentuk. Dalam kasus Indonesia, korupsi menjadi terminologi yang akrab bersamaan dengan kata kolusi dan nepotisme. Dua kata terakhir dianggap sangat lekat dengan korupsi yang kemudian dinyatakan sebagai perusak perekonomian bangsa. Bahkan sampai MPR merasa perlu mengeluarkan ketetapan (TAP MPR) khusus untuk memastikan penuntasannya dan terakhir dibentuk Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).

    Politik uang dan suap adalah bentuk transaksi haram yang sangat akrab dengan para elite ekonomi dan politik kita sejak zaman orde lama sampai era reformasi ini. Terminologi ekonomi menyebutkannya sebagai transaction cost, sedangkan bahasa sosiologinya disebut korupsi.


    Celah kelemahan hukum selalu menjadi senjata ampuh para pelaku korupsi untuk menghindar dari tuntutan hukum. Kasus Korupsi mantan Presiden Soeharto, contoh kasus yang paling anyar yang tak kunjung memperoleh titik penyelesaian. Padahal penyelesaiaan kasus-kasus korupsi besar seperti kasus korupsi Soeharto dan kroninya, dana BLBI, Kasus Susno, dan Gayus akan mampu menstimulus program pembangunan ekonomi di- Indonesia. Agar tercapai tujuan pembangunan nasional, maka mau tidak mau korupsi harus diberantas.

  2. Rumusan Masalah

    Korupsi merupakan suatu masalah sosial, sehingga penjelasan mengenainya dapat dilakukan melalui berbagai macam pendekatan ilmu sosial. Secara khusus, tulisan ini membahas korupsi dilihat melalui perspektif ilmu ekonomi, mencakup
    1. Faktor-faktor apa yang mendorong seseorang melakukan tindak korupsi ?
    2. Bagaimana mengukur tingkat korupsi ?
    3. Bagaimana korupsi menimbulkan dampak pada perekonomian ?

    Tiga hal diatas merupakan bahasan utama yang sekaligus merupakan batasan dari tulisan ini. Hal- hal selain yang disebutkan di atas bukan merupakan inti dari tulisan yang penulis sajikan ini.



1.3 Tujuan Penulisan
Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh korupsi terhadap perekonomian.

  1. Manfaat Penulisan
    Penulisan ini diharapkan menambah pengetahuan bagi penulis dan pembaca mengenai korupsi dan dampaknya terhadap perekonomian.



BAB II
PEMBAHASAN

  1. Definisi Korupsi

    Korupsi merupakan masalah yang sangat populer di masyarakat sehingga banyak definisi yang muncul sesuai dengan aspeknya masing-masing. Akibatnya, jarang kita temui definisi yang cukup lengkap dan sempurna dalam menjelaskan korupsi

    Wikipedia yang merupakan salah satu ensiklopedia online menyebutkan bahwa Korupsi berasal dari bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus atau politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Definisi ini juga tidak luput dari kekurangan karena disebutkan bahwa korupsi hanya mencakup pejabat publik yang berarti pegawai pemerintah, politisi dan tidak termasuk sektor swasta.

    Lebih lanjut, tindak korupsi tidak hanya mencakup penyuapan atau penyelewengan sejumlah dana, namun lebih luas dari hal itu. Misalnya, seorang mahasiswa yang izin untuk tidak masuk kuliah dengan alasan sakit, namun dia bepergian bersama temanya. Hal ini juga merupakan tindakan korupsi. Dari banyaknya definisi korupsi sulit di bedakan antara penyuapan dan hadiah. Penyuapan biasanya menimbulkan timbal balik dan hadiah tidak menimbulkan timbal balik karena di anggap sebagai hibah.

  1. Faktor-faktor yang Mendorong Tindakan Korupsi

Tindakan korupsi bukanlah hal yang berdiri sendiri. Perilaku korupsi menyangkut berbagai hal yang sifatnya kompleks. Faktor-faktor penyebaba bisa dari internal pelaku-pelaku korupsi, tetapi bisa juga berasal dari situasi lingkunan yang kondusif bagi seseorang untuk melakukan korupsi. Berikut ini adalah aspek-aspek penyebab seseorang melakukan korupsi.
Menurut Dr. Sarlito W. Sarwo, tidak ada jawaban yang persisi, tetapi ada dua hal yang jelas, yaitu :
  1. Dorongan dari daklam diri sendiri (keinginan, hasrat, kehendak, dan sebagainya);
  2. Rangsangan dari luar (dorongan dari teman, adanya kesempatan, kurang kontrol dan sebagainya).

Dr. Andi Hamzah dalam disertainya menginventarisasi beberapa penyebab koruopsi yaitu :
  1. Gaji pegawai negeri yangh tidak sebanding dengan kebutuhan yang semakin tinggi;
  2. Latar belakang kebudayaan atau kultur Indonesia yang merupakan sumber atau sebab meluasnya korupsi;
  3. Manajemen yang kurang baik dan kontrol yang kurang efektif dan efesien, yang memberikan peluan untuk korupsi;
  4. Modernisasi pengembangbiakan korupsi.


Analisa yang lebih detil lagi tentang penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam bukunya berjudul "Strategi Pemberantasan Korupsi," antara lain :

  1. Aspek Individu Pelaku

    1. Sifat Tamak Manusia

      Kemungkinan orang melakukan korupsi bukan karena orangnya miskin atau penghasilan tak cukup. Kemungkinan orang tersebut sudah cukup kaya, tetapi masih punya hasrat besar untuk memperkaya diri. Unsur penyebab korupsi pada pelaku semacam itu datang dari dalam diri sendiri, yaitu sifat tamak dan rakus.

    2. Moral yang Kurang Kuat

      Seorang yang moralnya tidak kuat cenderung mudah tergoda untuk melakukan korupsi. Godaan itu bisa berasal dari atasan, teman setingkat, bawahanya, atau pihak yang lain yang memberi kesempatan untuk itu.

    3. Tingkat Upah dan Gaji Pekerja di Sektor Publik

      Penghasilan seorang pegawai dari suatu pekerjaan selayaknya memenuhi kebutuhan hidup yang wajar. Bila hal itu tidak terjadi maka seseorang akan berusaha memenuhinya dengan berbagai cara. Tetapi bila segala upaya dilakukan ternyata sulit didapatkan, keadaan semacam ini yang akan memberi peluang besar untuk melakukan tindak korupsi, baik itu korupsi waktu, tenaga, pikiran dalam arti semua curahan peluang itu untuk keperluan di luar pekerjaan yang seharusnya.

    4. Kebutuhan Hidup yang Mendesak

      Dalam rentang kehidupan ada kemungkinan seseorang mengalami situasi terdesak dalam hal ekonomi. Keterdesakan itu membuka ruang bagi seseorang untuk mengambil jalan pintas diantaranya dengan melakukan korupsi.

    5. Gaya Hidup yang Konsumtif

      Kehidupan di kota-kota besar acapkali mendorong gaya hidup seseong konsumtif. Perilaku konsumtif semacam ini bila tidak diimbangi dengan pendapatan yang memadai akan membuka peluang seseorang untuk melakukan berbagai tindakan untuk memenuhi hajatnya. Salah satu kemungkinan tindakan itu adalah dengan korupsi.

    6. Malas atau Tidak Mau Bekerja

      Sebagian orang ingin mendapatkan hasil dari sebuah pekerjaan tanpa keluar keringat alias malas bekerja. Sifat semacam ini akan potensial melakukan tindakan apapun dengan cara-cara mudah dan cepat, diantaranya melakukan korupsi.


    7. Tidak Menerapkan ajaran Agama

      Indonesia dikenal sebagai bangsa religius yang tentu akan melarang tindak korupsi dalam bentuk apapun. Kenyataan di lapangan menunjukkan bila korupsi masih berjalan subur di tengah masyarakat. Situasi paradok ini menandakan bahwa ajaran agama kurang diterapkan dalam kehidupan.

  1. Aspek Organisasi
    1. Kurang Memiliki Keteladanan Pimpinan

    Posisi pemimpin dalam suatu lembaga formal maupun informal mempunyai pengaruh penting bagi bawahannya. Bila pemimpin tidak bisa memberi keteladanan yang baik di hadapan bawahannya, misalnya berbuat korupsi, maka kemungkinan besar bawahnya akan mengambil kesempatan yang sama dengan atasannya.

    1. Tidak Memiliki Kultur Organisasi yang Benar

    Kultur organisasi biasanya punya pengaruh kuat terhadap anggotanya. Apabila kultur organisasi tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan berbagai situasi tidak kondusif mewarnai kehidupan organisasi. Pada posisi demikian perbuatan negatif, seperti korupsi memiliki peluang untuk terjadi.


    1. Sistem Akuntabilitas yang Benar di Instansi Pemerintahan yang Kurang Memadai

    Pada institusi pemerintahan umumnya belum merumuskan dengan jelas visi dan misi yang diembannya dan juga belum merumuskan dengan tujuan dan sasaran yang harus dicapai dalam periode tertentu guna mencapai misi tersebut. Akibatnya, terhadap instansi pemerintah sulit dilakukan penilaian apakah instansi tersebut berhasil mencapai sasaranya atau tidak. Akibat lebih lanjut adalah kurangnya perhatian pada efisiensi penggunaan sumber daya yang dimiliki. Keadaan ini memunculkan situasi organisasi yang kondusif untuk praktik korupsi.


    1. Kelemahan Sistem Pengendalian Manajemen

    Pengendalian manajemen merupakan salah satu syarat bagi tindak pelanggaran korupsi dalam sebuah organisasi. Semakin longgar/lemah pengendalian manajemen sebuah organisasi akan semakin terbuka perbuatan tindak korupsi anggota atau pegawai di dalamnya.


  1. Manajemen Cendrung Menutupi Korupsi di Organisasi

    Pada umumnya jajaran manajemen selalu menutupi tindak korupsi yang dilakukan oleh segelintir oknum dalam organisasi. Akibat sifat tertutup ini pelanggaran korupsi justru terus berjalan dengan berbagai bentuk.


  1. Aspek Tempat Individu dan Organisasi Berada

    1. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan.

    2. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi.

  1. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari.

  1. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya.

  1. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.


  1. Mengukur Tingkat Korupsi

Jika korupsi dapat diukur, maka akan ada kemungkinan untuk menguranginya. Namun pada kenyataannya, secara konseptual, selalu terdapat ketidakjelasan dalam menentukan besaran yang harus diukur. Jika pengukuran hanya dilakukan pada besaran suap yang dibayarkan, maka ini berarti terjadi pengabdian terhadap bentuk bentuk korupsi sebagaimana telah disebutkan sebelumnya pada bagian pendahuluan di atas. Mengingat, secara langsung, amat sulit ditemukan cara untuk melakukan pengukuran korupsi, maka terdapat beberapa cara tidak langsung untuk mendapatkan informasi tentang tindak korupsi. Beberapa cara untuk mendapatkan informasi mengenai korupsi:
  1. Laporan mengenai korupsi melalui surat kabar dan institusi independen misalnya lewat internet;
  2. Studi kasus mengenai korupsi di sebuah instilusi, walaupun kadang- kadang laporan dari studi kasus cenderung untuk pelaporan internal dan rahasia;
  3. Survey dengan menggunakan kuisioner. Cara ini bisa dilakukan secara langsung ke institusi yang hendak diteliti (seperti dalam kasus Peru dan Argentina, studi dilakukan kepada petugas dan administrator pajak), atau secara keseluruhan dalam satu negara. Hasil dari survey ini berupa tingkat persepsi terhadap korupsi, dan bukan angka nominal tindak korupsi. World Bank, IMF dan negara - negara pemberi bantuan keuangan biasanya menyertakan survey seperti ini dalam setiap program bantuannya. Pada beberapa negara seperti Tanzmania, Uganda, India, Ukaraina dan beberapa yang lain, cara ini cukup memberikan hasil yang memuaskan. Survey bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, misalnya survey mengenai Global Competitiveness Report (Jenewa), Political and Economic Risk (Hongkong), International Transparancy (Berlin), Political Risk Service (Syracuse).
Hasil dari berbagai macam survey di atas, telah dipergunakan secara luas bank oleh peneliti maupun pelaku bisnis. Yang harus dihindari adalah kebingungan akan penggunaan ukuran-ukuran korupsi yang dihasilkan. Harus diperhatikan, bahwa indeks yang dihasilkan dari survey-survey tersebut merefleksikan persepsi masyarakat tentang korupsi, bukan pengukuran kuantitatif dari korupsi yang dilakukan. Negara-negara di dunia mempunyai kecenderungan untuk mempunyai posisi yang relatif stabil dalam persepsi masyarakat mengenai korupsi dalam negara tersebut. Beberapa perubahan posisi yang cukup signifikan salah satunya ditunjukkan oleh Chili. Muncul pertanyaan penting, seberapa akurat perubahan dalam indeks ini menurut perubahan riil yang terjadi di lapangan? Tidak selalu akurat. ini disebabkan pengukuran ini menunjukkan tingkat persepsi, maka bisa saja walapun hanya terjadi satu kasus korupsi, namun karena terus diberitakan oleh media, maka terjadii
perubahan cukup signifikan dalam persepsi masyarakat terhadap korupsi. ini menjadikan pengukuran berdasarkan indeks persepsi tidak membedakan ukuran yang tepat terhadap korupsi yang terjadi di suatu negara.

  1. Tingkat Korupsi di Indonesia

Ditengah gegap gempita pertumbuhan ekonomi yang positif pada tahun 2009 silam, ternyata Indonesia merupakan negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi para pelaku bisnis seperti yang di sebutkan Political & Economic Risk Consultancy (PERC) pada tanggal 9 Maret 2010. Penilaian didasarkan atas pandangan ekskutif bisnis yang menjalankan usaha di 16 negara terpilih. Total responden adalah 2,174 dari berbagai kalangan eksekutif kelas menengah dan atas di Asia, Australia, dan Amerika Serikat. Berikut daftar 16 negara terkorup di Asia Pasifik menurut PERC.
  1. Indonesia (terkorup)
  1. Kamboja (korup)
  2. Vietnam (korup)
  3. Filipina (korup)
  4. Thailand
  5. India
  6. China
  7. Taiwan
  8. Korea
  9. Macau
  10. Malaysia
  11. Jepang
  12. Amerika Serikat (bersih)
  13. Hong Kong (bersih)
  14. Australia (bersih)
  15. Singapura (terbersih)

Sementara itu Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang dikeluarkan Transparency International 2009, yang lebih fokus pada baik-buruknya pelayanan publik di suatu negara, Indonesia memang boleh sedikit berbangga. Sejak berdirinya KPK, IPK Indonesia mengalami peningkatan secara bertahap.
Tabel Peningkatan Indeks Persepsi Korupsi (IPK/CPI) Indonesia 2001-2009
Tahun Survei
Nilai IPK Indonesia
Sumber TI
2001
1.9
CPI 2001
2002
1.9
2003
1.9
2004
2.0
2005
2.2
2006
2.4
2007
2.3
2008
2.6
2009
2.8

Untuk tahun 2009 IPK Indonesia naik, yakni meningkat menjadi 2,8 dari 2,6 di tahun 2008. Peringkat Indonesia dalam ranking negara paling korup di dunia pun turun secara signifkan. Namun, tentu saja kita tidak lantas berpuas diri dan terlena. Apalagi jika didasari pada kenyataan bahwa IPK terbaik di dunia yang diraih oleh Selandia Baru pada angka 9,4 dan disusul masing-masing Denmark 9.3 dan Singapura dan Sweden pada IPK 9.2. Dari angka ini, jelas Indonesia jauh sekali dibanding dengan negara tetangga kita Singpura yang menduduki peringkat ke-3 dunia atau Australia di posisi 8 dengan IPK 8.7. Bahkan dengan negara serumpun-pun, Indonesia masih kalah dengan Malaysia yang menduduki posisi 56 dengan IPK 4.5


  1. Dampak Korupsi Terhadap Perekonomian
    1. Dampak Kualitatif Korupsi Terhadap Perekonomian

    Korupsi mengurangi pendapatan dari sektor publik dan meningkatkan pembelanjaan pemerintah
    untuk sektor publik. Korupsi juga memberikan kontribusi pada nilai defisit fiskal yang besar,
    meningkatkan income inequality, dikarenakan korupsi membedakan kesempatan individu dalam
    posisi tertentu untuk mendapatkan keuntungan dari aktivitas pemerintah pada biaya yang
    sesungguhnya ditanggung oleh masyarakat Ada indikasi yang kuat, bahwa meningkatnya
    perubahan pada distribusi pendapatan terutama di negara negara yang sebelumnya memakaii
    sistem ekonomi terpusat disebabkan oleh korupsi, terutama pada proses privatisasi perusahaan
    negara Lebih lanjut korupsi mendistorsi mekanisme pasar dan alokasi sumber daya dikarenakan:

    1. Korupsi mengurangi kemampuan pemerintah untuk melakukan perbaikan dalam bentuk peraturan dan kontrol akibat kegagalan pasar (market failure). Ketika kebijakan dilakukan dalam pengaruh korupsi yang kuat maka pengenaan peraturan dan kebijakan, misalnya, pada perbankan, pendidikan, distribusi makanan dan sebagainya, malah akan mendorong terjadinya inefisiensi.

    2. Korupsi mendistorsi insentif seseorang, dan seharusnya melakukan kegiatan yang produktif menjadi keinginan untuk merealisasikan peluang korupsi dan pada akhimya menyumbangkan negatif value added.

    1. Korupsi menjadi bagian dari welfare cost memperbesar biaya produksi, dan selanjutnya memperbesar biaya yang harus dibayar oleh konsumen dan masyarakat (dalam kasus pajak), sehingga secara keseluruhan berakibat pada kesejahteraan masyarakat yang turun.

    1. Korupsi mereduksi peran pundamental pemerintah (misalnya pada penerapan dan pembuatan kontrak, proteksi, pemberian property rights dan sebagainya). Pada akhirnya hal ini akan memberikan pengaruh negatif pada pertumbuhan ekonomi yang dicapai.

    1. Korupsi mengurangi legitimasi dari peran pasar pada perekonomian, dan juga proses demokrasi. Kasus seperti ini sangat terlihat pada negara yang sedang mengalami masa transisi, baik dari tipe perekonomian yang sentralistik ke perekonomian yang lebih terbuka atau pemerintahan otoriter ke pemerintahan yang lebih demokratis, sebagaimana terjadi dalam kasus Indonesia.

    Korupsi memperbesar angka kemiskinan. ini sangat wajar. Selain dikarenakan program-program pemerintah sebagaimana disebut di atas tidak mencapai sasaran, korupsi juga mengurangi potensi pendapatan yang mungkin diterima oleh si miskin. Menurut Tanzi (2002), perusahaan perusahaan kecil adalah pihak yang paling sering menjadi sasaran korupsi dalam bentuk pungutan tak resmi (pungutan liar). Bahkan, pungutan tak resmi ini bisa mencapai hampir dua puluh persen dari total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan ini amat mengkhawatirkan, dikarenakan pada negara negara berkembang seperti Indonesia, perusahaan kecil (UKM adalah mesin pertumbuhan karena perannya yang banyak menycrap tenaga kerja).


  1. Dampak Korupsi pada Perekonomian Anahsa Ekonometrika


Beberapa tahun terakhir, banyak dilakukan penelitian dengan menggunakan angka indeks korupsi untuk melihat hasilnya pada variabel — variabel ekonomi yang lain. Beberapa hasil penelitian tersebut adalah

  1. Korupsi Mengurangi Nilai Investasi
    Korupsi membuat sejumlah investor kurang percaya untuk menanamklanmodalnya di Indonesia dan lebih memilih menginvestasikannya ke negara-negara yang lebih aman seperti Cina dan India. Sebagai konsekuensinya, mengurangi pencapaian actual growth dari nilai potential growth yang lebih tinggi. Berkurangnya nilai investasi ini diduga berasal dari tingginya biaya yang harus dikeluarkan dari yang seharusnya. ini berdampak pada menurunnya growth yang dicapai. Studi didasarkan atas analisa fungsi produksi dimana growth adalah fungsi dari investasi.

  2. Korupsi Mengurangi Pengeluaran pada Bidang Pendidikan dan Kesehatan
    Akibat korupsi pendapatan pemerintah akan terpangkas bahkan lebih dari 50%, sebagai contoh kasus dugaan korupsi Presiden Soeharto yang tidak kunjung kelar yang di sinyalir menggelapkan uang negara sekitar 1,7 triliun. Agar pengeluaran pengeluaran pemerintah tidak defisit maka di lakukan pengurangan pengeluaran pemerintah.

  3. Korupsi mengurangi pengeluaran untuk biaya operasi dan perawatan dari infrastruktur

    Korupsi juga turut mengurangi anggaran pembiayaan untuk perawatan fasilitas umum.

  4. Korupsi menurunkan produktivitas dari investasi publik dan infrastruktur suatu negara

  5. Korupsi menurunkan pendapatan pajak


Sebagai contoh kasus Gayus Tambunan, seorang pegawai golongan 3A, yang menggelapkan pajak negara sekitar Rp 26 miliar. Dengan demikian pendapatan pemerintah dari sektor pendidikan akan berkurang Rp 26 miliar, itu hanya kasus gayus belum termasuk kasus makelar pajak lainnya.

  1. Korupsi menurunkan Foreign Direct Investment, dikarenakan efek korupsi yang sama dengan efek pajak.




BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan

Ditinjau dari sudut apapun, korupsi sama sekali tidak memberikan manfaat. Baik kepada perekonomian, maupun kepada sistem demokrasi politik yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara dalam masa transisi seperti Indonesia, baik dari sistem ekonomi (dari sistem ekonomi terpusat menuju sistem ekonomi yang lebih menganut pasar) maupun dari sistem politik dan demokrasi (pemerintahan yang otoriter ke pemerintahan yang demokratis), selalu mengalamii masalah korupsi yang luar biasa besar. Bahkan, saat ini sudah terbangun mitos di masyarakat bahwa korupsi hampir mustahil dapat dibasmi, karena ada anggapan bahwa korupsi telah menjadii kebudayaan bangsa Indonesia. Namun hal ini tidak bisa dijadikan justifikasi dan apologi untuk terus bersikap toleran dan permisif terhadap keberadaan korupsi.

Hasil penelitian Farah Dewi (Mahasiswa Pasca Sarjana UI, 2002) mengatakan jikalau Indonesia sanggup menekan tingkat korupsinya sampai serendah tlngkat korupsi di Jepang, maka dengan performa ekonomi seperti sekarang, Indonesia dapat mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 6.37% setahun. Lebih lanjut, jika Indonesia sanggup menekan tingkat korupsinya hingga serendah tingkat korupsi Singapura, maka Indonesia akan mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 10.68% per tahun. Maka mutlak sudah, bahwa pemberantasan korupsi adatah bagian yang tak terpisahkan dart proses perbaikan ekonomi Indonesia. Karena berdasarkan analisa apapun, korupsi tidak mungkin ditolerir.

Tentu akan sangat membingungkan bila kita harus menyelesaikan semua kasus korupsi karena sangat banyaknya kasus konupsi di negeri ini. Oleh karena itu pemetaan korupsi dengan memberilcan prioritas menjadi penting. Tolak ukur yang paling penting adalah seberapa jauh korupsi tersebut berkaitan dengan kepentingan umum dan merugikan keuangan negara. Kita dapat menemukan suatu pola umum dari korupsi yang terjadi di Indonesia, namun bukan tidak mungkin setiap daerah dan setiap kasus memililki kekhususannya sendiri. Beberapa hal bisa dijadikan alasan bagi ttumbuhnya perbedaan-perbedaan ini seperti perbedaan sumber daya ekonomi (atau pendapatan), budaya, kondisi kelompok-kelompok sosial, yang kesemuanya mempengaruhi pola-pola korupsi dan upaya pemberantasannya. Yang pasli, kita harus segera bergerak menuntaskan serta melakukan perubahan.



  1. Saran

Pembangunan di Indonesia tidak boleh terkoyak hanya karena ulah okrnum yang tidak bertanggungjawab (walaupun esok mereka pasti akan mempertanggungjawabkan perbuatannya pada mahkamah tertinggi di akhirat) yang melakukan abuse of power. Oleh karena itu, ada beberapa hal teknis yang kami sarankan sebagai rekomendasi kebijakan bagi pemerintah Indonesia, yakni:

Komitmen yang kuat dari para pemimpin adalah kunci, karenanya pada setiap proses pemilihan presiden atau pejabat apapun, agar dilakukan dengan fit proper test yang harus sangat memperhatikan Si moralitas, Pemerintah secara perlahan-lahan harus mulai mengurangi keterlibatan para aktivitas ekonomi. Mungkin sangat neoklasik, tapi itulah yang mesti dilakukan jika berkaca pada Finlandia dan negara lain yang mampu meng-nol-kan potensi korupsinya. Peran pemerintali selanjutnya adalah mei 'polisi pasar' atau menjadi 'wasit dunia usaha' yang memastikan aktivitas ekonomi berjalan lancar serta meminimalkan terjadinya kegagalan pasar.
Secara perlahan-lahan pemerintah harus mulai melakukan rasionalisasi pegawai dalam jumlah yang cukup siginifikan dan memastikan standar gaji yang bersaing dengan swasta. Akan tetapi, antisipasi akibat dan kebijakan pengurangan pegawai ini juga mesti disiapkan.
  1. Menghukum koruptor dengan hukuman yang seberat-beratnya. Mungkin Korea Selatan bisa dicontoh dalam hal ini;
  2. Memaksimalkan peran KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sebagal pengawas yang jujur dan auditor yang bersih dalam melakukan peran kontrol dan pengusutan atas segala macam dugaan korupsi;
  3. Secara bertahap dan berkelanjutan pemerintah harus mengupayakan terlaksananya aturan yang sudah diciptakan namun harus dilaksanakan. Yakni:
  • TAP MPR No. XIJMPRI1998 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN.
  • UU No. 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN.
  • UU no. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU anti Korupsi).
  • Komisi Pemberantasan Korupsi (Anti Corruption Coinmision).




Daftar Pustaka


Farah Dewi, Siti Nurfitriah. 2000 "Analisis Pengaruh Korupsi terhadap Pertumbuhan Investasi Domestil dan FDI" : Program Pasca Saijana UI. Depok


Thursday, 11 February 2010

Julian Cholse

Instant Messaging Meningkatkan Produktivitas Kerja?

Survei online yang dilakukan Microsoft Windows Live kepada 1.400 responden di Asia Tenggara menunjukan, 94 persen mengaku menggunakan Instant Messenger (IM) untuk melakukan komunikasi sosial, dan 54 persen di antaranya mengaku menggunakannya pada saat bekerja. Selengkapnya...

Perusahaan Efektif Dan Karyawan Produktif!

Produktivitas adalah sebuah keharusan dalam bisnis. Jika para pekerja bisnis mampu menjadi lebih efektif sesuai dengan sasaran dan target kerja, maka kemungkinan besar mereka akan menjadi pekerja yang produktif di semua aspek kerja perusahaan. Dan hal ini bisa terwujud jika perusahaan menjalankan setiap fungsi dan peran organisasi dengan efektif.Selengkapnya...



Dampak Korupsi Terhadap Perekonomian

Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan, terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. Banyak pendapat yang timbul akibat korupsi tersebut baik yang pendapat yang pro maupun yang kontra. Akan tetapi, korupsi merugikan negara dan dapat merusak sendi-sendi kebersamaan bangsa.

Korupsi, secara teori bisa muncul dengan berbagai macam bentuk. Dalam kasus Indonesia, korupsi menjadi terminologi yang akrab bersamaan dengan kata kolusi dan nepotisme. Dua kata terakhir dianggap sangat lekat dengan korupsi yang kemudian dinyatakan sebagai perusak perekonomian bangsa. Bahkan sampai MPR merasa perlu mengeluarkan ketetapan (TAP MPR) khusus untuk memastikan penuntasannya dan terakhir dibentuk Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).
Selengkapnya...

Seks Bebas di Kalangan Remaja Indonesia

Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit para pemuda dan pemudi yang terjerumus ke dalam lembah perzinahan (Free sex), disebabkan terlalu jauhnya kebebasan mereka dalam bergaul, faktor utama masalahnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat saat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan wanita. Disamping itu didukung oleh arus modernisasi yang telah mengglobal dan lemahnya benteng keimanan kita mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa penyeleksian (filteralisasi) yang ketat…Baca selengkapnya

Menelusuri Nilai-nilai Budaya Bangsa Indonesia dan Kaitannya dengan Pancasila

Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia sebelum disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI, nilai - nilainya telah ada pada bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum bangsa Indonesia mendirikan negara, yang berupa ide, hasil karya, peraturan, nilai - nilai adat istiadat, kebudayaan, dan nilai - nilai religius …Baca selengkapnya

Bermula dari Bus Pelangi Medan Bandung Rusak

Karena ingin cepat sampai di kampung abang saya mengurungkan niat membeli tiket
Bus PT ALS dan membeli tiket Bus Cv Pelangi karena biasanya Cv Pelangi
memerlukan waktu yang lebih cepat untuk sampai ke Medan karena melalui Lintas
Timur.

Tiba hari keberangkatan kami dan penumpang lain di suruh cepat-cepat konfirmasi
kebagian kasir agar diketahui berapa jumlah penumpang yang berangkat. Ada
sekitar 35 orang yang berangkat dari Bandung. Selesai konfirmasi barang-barang
Baca selengkapnya

Portable Application

Seiring dengan keinginan mobile kita, maka saya ber inisiatif mempublikasikan beberapa aplikasi portable, dengan aplikasi portable kita tidak perlu menginstal aplikasi tersebut artinya aplikasi tersebut dapat di buat ke flasdisk kita. Sehingga apabila suatu saat anda ke warnet dan tidak menemukan aplikasi yanga anda inginkan anda dapat membuka flashdisk anda. Enak bukan !!!!! …Lihat selengkapnya

Lagu-lagu Simalunggun

Lagu-Lagu Jhon Eliaman Saragih

  1. Borit Do Begeian Hatamin
  2. Boru Purba
  3. Cinta Jarak Jauh
  4. Danau Toba
  5. Doding Kado Pengantin
  6. Eta Maranggir

Lihat selengkapnya

Aplikasi Java Buat Handphone Anda

Alkitab

Berikut buat teman-teman yang mau memiliki aplikasi alkitab di hp nya dapat mendownload nya di sini
Dan untuk vesi bahasa inggris silahkan klik link berikut Klik


Untuk menghack Bluetooth orang lain anda dapat memanfaatkan aplikasi megic blue hack dan super bluetooth hack.
Keduanya memiliki kelebihan masing-masing, dengan magic blue hack anda dapat mengakses kontak orang lain, mengirim sms, menelepon memanfaatkan hp orang lain, artinya anda yang mengendalikan. …Lihat selengkapnya

Eksternalitas dan Macam-macam Barang

EKSTERNALITAS

suatu efek samping dari suatu tindakan pihak tertentu terhadap pihak lain, baik dampak yang menguntungkan maupun yang merugikan.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB EKSTERNALITAS
Eksternalitas timbul pada dasarnya karena aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsip-prinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan. Dalam pandangan ekonomi, eksternalitas dan ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari prinsip-prinsip alokasi sumber daya yang efisien tidak terpenuhi. Karakteristik barang atau sumber daya publik, ketidaksempurnaan pasar, kegagalan pemerintah merupakan keadaan-keadaan dimana unsur hak pemilikan atau pengusahaan sumber daya (property rights) tidak terpenuhi. Sejauh semua faktor ini tidak ditangani dengan baik, maka eksternalitas dan ketidakefisienan ini tidak bisa dihindari. Kalau ini dibiarkan, maka ini akan memberikan dampak yang tidak menguntungkan terhadap ekonomi terutama dalam jangka panjang …Baca selengkapnya

Friday, 5 February 2010

Seks Bebas di Kalangan Remaja Indonesia

Julian Cholse


Bab 1
PENDAHULUAN

 
  1. Latar Belakang Masalah
Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit para pemuda dan pemudi yang terjerumus ke dalam lembah perzinahan (Free sex), disebabkan terlalu jauhnya kebebasan mereka dalam bergaul, faktor utama masalahnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat saat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan wanita. Disamping itu didukung oleh arus modernisasi yang telah mengglobal dan lemahnya benteng keimanan kita mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa penyeleksian (filteralisasi) yang ketat.
Kita telah mengetahui bahwa sebagian besar bangsa barat adalah bangsa sekuler, seluruh kebudayaan yang mereka hasilkan jauh dari norma-norma agama. Hal ini tentunya bertentangan dengan budaya Indonesia yang menjujung tinggi nilai agama dan pancasila. Tidak ada salahnya jika kita mengatakan pacaran adalah sebagian dari pergaulan bebas. Saat ini pacaran sudah menjadi hal yang biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon pendamping. Fakta menyatakan bahwa sebagian besar perzinahan disebabkan oleh pacaran. Bila kita menengok kebelakang tentang kebudayaan Indonesia sebelumnya, pacaran (berduaan dengan yang bukan Mukhrim ) merupakan hal yang tabu. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa pacaran memang tidak dibenarkan dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia, demikian juga dengan budayaKristiani.

  1. Rumusan Masalah
  • Apa saja faktor-faktor penyebab seks bebas ?
  • Apakah yang menyebabkan seks bebas di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun ?
  • Dimana kota yang tingkat seks bebas nya tertinggi ?
  • Bagaimana pandangan Agama mengenai seks bebas ?
  • Penyakit apa saja yang di timbulkan seks bebas ?

 
  1. Tujuan Penelitian
  • Mencoba untuk mengetahui sejauh mana tingkat Seks bebas dikalangan Remaja Indonesia.
  • Mengetahui faktor-faktor penyebab seks bebas remaja Indonesia.
  • Mengetahui penyakit yang disebabkan seks bebas.

 
  1. Landasan Teori
Seks bebas tidak asing lagi di telingga masyarakat Indonesia seiring banyaknya kasus yang di jumpai di masyarakat. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi remaja sehingga mereka nekat melakukan seks bebas - seks pra nikah. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut barangkali bisa membantu para orang tua untuk menemukan solusi dalam mengantisipasi prilaku - perilaku anak yang mengarak kepada perilaku seks bebas ini.

Menurut Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, data itu merupakan hasil survei oleh sebuah lembaga survai yang     mengambil sampel di 33 provinsi di Indonesia pada tahun 2008. BKKBN merekomendasikan sebagaimana diungkapkan Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, ada beberapa faktor yang mendorong remaja melakukan hubungan seks pra-nikah. Di antaranya, pengaruh liberalisme dan pergaulan bebas, lingkungan dan keluarga, serta pengaruh media massa, khususnya TV dan internet.

 

 

 

BAB II
Seks Bebas di kalangan remaja Indonesia

 
  1. Pengertian Seks Bebas
Seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , seks berarti jenis kelamin, hal yg berhubungan dng alat kelamin, berahi. Sedangkan bebas berarti lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dengan leluasa). Jadi seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi.
  1. Seks Bebas Meningkat di Indonesia
Di Indonesia seks bebas mulai menjadi suatu tren ini di buktikan dengan meningkatnya kasus kejahatan seks baik orang tua, remaja, bahkan anak-anak di bawah umur. Faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas karena adanya pertentangan dari lawan jenis, adanya tekanan dari keluarga dan teman. Dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat, dari 5% pada tahun 1980-an menjadi 20% di tahun 2000. telah dilakukan penelitian mengenai gambaran pengetahuan remaja tentan seks bebas di Desa Paya Bakung Dusun I B Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2006.
Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diajukan responden dengan jumlah sampel 42 responden. Hasil penelitian yang terlibat pergaulan tidak baik sebanyak 80,9% sedangkan remaja yang memperoleh sumber informasi tentang seks bebas sebanyak 47,6% dan remaja yang keadaan ekonominya baik sebanyak 35,6% serta remaja yang berpengetahuan cukup tentang seks bebas sebanyak 43% sedangkan baik dan kurang masing-masing sebanyak 28,5%.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan remaja tentang seks bebas disebabkan karena kurangnya kesadaran remaja tentang keadaannya dan tidak ada keterbukaan antara orang tua dan anaknya.
Munculnya istilah seks bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tek nologi. Dalam peradaban umat manusia, kita patut bersyukur dan bangga terhadap hasil cipta karya manusia, karena dapat membawa perubahan yang positif bagi perkembangan/kemajuan industri masyarakat. Tetapi perlu disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, mungkin bisa saja kemajuan itu dapat membawa kepada kemunduran. Dalam hal ini adalah dampak negatif yang diakibatkan oleh perkembangan IPTEK, salah satunya seks bebas.


 
  1. Seks Bebas di Beberapa Kota di Indonesia
Pergaulan remaja di Indonesia saat ini sangat mencemaskan. Sebab, mereka mulai tidak peduli pada norma-norma dan ajaran agama. Mereka bahkan nekat melanggar ajaran agama, seperti melakukan seks bebas.
Berdasarkan hasil penelitian di lima kota di Tanah Air, 16,35% dari 1.388 responden dari kalangan remaja mengaku telah melakukan hubungan seks di luar nikah atau seks bebas. Sebanyak 42,5% responden di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan hubungan seks di luar nikah dengan pasangannya, sedangkan 17% responden di Palembang, Sumatera Selatan dan Tasikmalaya, Jawa Barat, mengaku juga melakukan tindakan yang sama.
Di Singkawang, Kalimantan Barat, 9% remaja responden juga melakukan seks bebas dan 6,7% responden di Cirebon, Jawa Barat, juga termasuk penganut seks bebas.
Kasus seks bebas di kota-kota besar lainnya seperti Medan, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Surabaya juga sangat tinggi bahkan melebihi angka 50%, yang lebih mengejutkan untuk kota Jogjakarta sekitar 97,05% remaja Jogja telah melakukan sex bebas, penelitian ini di lakukan Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) dengan mel;ibatkan 1666 koresponden. Ini disebabkan karena kurangnya kontrol sosial terhadap remaja Jogjakarta yang sebagian besar pelajar.
Akibat prilaku seks bebas tersebut angka ksus aborsi di Indonesia juga semakin meningkat dari tahun ke tahun baik aborsi spontan (karena alasan medis) maupun aborsi provocatus (disengaja). Berdasarkan penelitian yang di lakukan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sekitar 2.000.000 kasus aborsi terjadi setiap tahunnya di Indonesia, sungguh angka yang sangat besar. Berarti dalam satu tahun aborsi menambah kasus pembunuhan di Indonesia sebanyak 2.000.000.

 
  1. Pandangan Agama Tentang Sex Bebas
    1. Pandangan Agama Kristen
      Kejadian 1:27-28, "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.""
      Dari kutipan ayat Alkitab di atas dapat di simpulkan bahwa agama Kristen memandang hubungan seks sebagai suatu berkat yang diberikan Tuhan, yang harus di pelihara dan di rawat. Seks merupakan suatu kenikmatan tersendiri bagi setiap orang yang melakukannya.Namun, ada satu syarat untuk dapat melakukan hubungan seks yaitu melalui berkat Tuhan dengan melakukan pernikahan kudus. Jika kita memandang keadaan sekitar kita anugrah seks mulai di salah artikan oleh sebagian masyarakat Indonesia khususnya para remaja. Seks menjadi sesuatu yang murahan yang dapat di perjual belikan dengan uang. Dikemas dalam berbagai hal baik berupa kepingan CD, Internet, majalalah ataupun tontonan di televisi. Jadi dapat di simpulkan Agama kristen mengharamkan tindakan seks bebas.
    2. Pandangan Agama Islam
      Seks bebas dalam islam disebut juga Zina (bahasa Arab: الزناء‎) yaitu bila dua orang yang bukan suami isteri, melakukan hubungan yang dihalalkan khusus untuk pasangan suami isteri.

      Di dalam Islam, pelaku perzinaan dibedakan menjadi dua, yaitu pezina muhshan dan ghayru muhshan. Pezina muhshan adalah pezina yang sudah memiliki pasangan sah. Sedangkan pezina ghayru muhshan adalah pelaku yang belum pernah menikah dan tidak memiliki pasangan sah.
      Hukuman bagi penzina
      "Laki-laki tukang zina tidak (pantas) kahwin, melainkan dengan perempuan penzina atau musyrik; dan seorang perempuan tukang zina tidak (pantas) kahwin, melainkan dengan laki-laki penzina atau musyrik. Yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mu'min." (Al-Quran,Surah an-Nur: 3)
      "Perempuan yang zina dan laki-laki yang zina, deralah masing-masing mereka itu seratus kali." (an-Nur: 3)
      Dera ini adalah hukuman jasmani, sedang larangan kahwin adalah hukuman moral. Dapat di simpulkan agama Islam juga memandang seks bebas sebagai sesuatu yang haram.


       
  2. Penyakit Akibat Seks Bebas
Ada dua penyakit seks yang terkenal di masyarakat yaitu Sifilis atau Raja singan dan HIV/AIDS, namun Penyakit Menular Seks (PMS) bukan hanya ada dua melainnkan ada sepuluh penyakit, berikut rinciannya
  1. HIV/AIDS
    Pertama kali ditemukan pada tahun 1984. AIDS adalah penyakit penyebab kematian ke-6 di dunia, baik bagi wanita maupun pria. Virus yang menyerang kekebalan tubuh ini bisa menular melalui darah dan sperma pada saat berhubungan seksual. Hingga kini vaksinnya masih dikembangkan namun belum terbukti ampuh mencegah penularannya. Data HIV-AIDS Nasional mengenai kasus HIV/AIDS sebagai berikut : Jawa Barat dengan 3213 kasus, DKI Jakarta 2810 kasus, Jawa Timur 2753 kasus, Papua 2605 kasus , Bali 1356 kasus.
  2. Sifilis (Penyakit Raja Singa)
    Juga dikenal dengan nama Great Imitator karena gejala-gejala awalnya mirip dengan gejala-gejala sejumlah penyakit lain. Sifilis sering dimulai dengan lecet yang tidak terasa sakit pada penis atau bagian kemaluan lain dan berkembang dalam tiga tahap yang dapat berlangsung lebih dari 30 tahun.
    Secara umum, penyakit ini dapat membuat orang yang telah berumur sangat menderita, karena dapat mengundang penyakit jantung, kerusakan otak, dan kebutaan. Apabila tidak diobati, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian. Kira-kira 120.000 orang di AS tertular sifilis tiap tahun.
  3. Herpes Genital
    Hampir 31 juta orang Amerika, satu per enam jumlah penduduk Amerika-pernah menderita herpes genital. Herpes, yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 2, adalah infeksi seumur hidup yang menyebabkan lecet-lecet pada alat kelamin yang biasanya datang dan pergi.
    Ada pria yang tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi mereka tetap bisa menulari orang lain. Acydovir (Zovirox), sebuah obat yang diresepkan, dapat meringankan gejala-gejalanya, tetapi tidak menyembuhkan. Lecet-lecet karena herpes tersebut bisa meningkatkan risiko tertular AIDS melalui luka di darah.
  4. Gonore (Kencing Nanah)
    Penyakit ini telah dikenal sejak dahulu, menyerang sekitar 1,5 juta orang Amerika, baik pria maupun wanita, setiap tahun. Meskipun sering tanpa gejala, infeksi bakteri ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah setelah dua hingga sepuluh hari. Kalau tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi artritis, lepuh-lepuh pada kulit, dan infeksi pada jantung atau otak. Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotika.
  5. Klamidia
    Kondisi ini mempunyai gejala mirip gonore, walaupun bisa juga muncul tanpa gejala. Di Amerika, klamidia termasuk penyakit yang paling mudah diobati, tetapi mudah juga menginfeksi, yaitu sekitar 4 juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika.
  6. Jengger Ayam atau Kutil di kelamin (Genital wart)
    Di Amerika, kasus kutil pada alat kelamin ini mencapai 1 juta setiap tahunnya. STD ini disebabkan oleh sejenis virus papiloma, yang terkait dengan kanker penis serta anus. Obatnya tidak ada, walaupun kutil yang terjadi dapat dihilangkan melalui operasi atau dibakar, atau dibekukan. Akan tetapi setelah itu gejala yang sama dapat datang kembali.
  7. Hepatitis B
    Penyakit ini dapat berlanjut ke sirosis hati atau kanker hati. Setiap tahun kasus yang dilaporkan mencapai 200.000, walaupun ini satu-satunya STD yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
  8. Kanker prostat
    Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Karin Rosenblatt dari University of Illinois, diketahui bahwa dari 753 pria yang disurvei, terdapat hubungan antara kanker prostat dan banyaknya berhubungan seksual dengan beberapa orang. Pria yang sering melakukan seks dengan banyak wanita berisiko 2 kali lipat terkena kanker prostat.
  9. Kanker Serviks (leher rahim)
    Hampir 95 persen kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV), dan 33 persen wanita dilaporkan punya virus tersebut, yang menyebabkan adanya sakit di leher rahim. Virus ini bisa menular lewat hubungan seksual, dan laki-laki pun bisa tertular oleh virus ini.
  10. Trichomoniasis
    Bisa menyebabkan daerah di sekitar vagina menjadi berbuih atau berbusa. Ada juga yang tidak mengalami gejala apapun. Penyakit ini bisa menyebabkan bayi terlahir prematur jika sang ibu menderita penyakit ini saat hamil.

 
Melihat kesepuluh penyakit seks tersebut rasanya kita perlu menghindari seks bebas, karena kenikmatan yang di dapat sesaat tidak setimpal dengan dampak yang akan di rasakan seumur hidup bahkan berujung kematian. Satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran dan tidak mendapatkan penyakit itu adalah dengan berhubungan seks dengan satu pasangan yang sah. Penggunaan kondom memang bisa mencegah penyakit HIV dan gonore, tapi kurang efektif mencegah herpes, trichomoniasis, chlamydia dan HPV. Jadi stop seks bebas sebelum terlambat.

 

 

 

 

 

 

 
BAB III
PENUTUP

 
  1. Kesimpulan
Dari uraian di atas maka penulis dapat menyimpuikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Seks bebas bukan budaya bangsa Indonesia, karena adanya westernisasi dan globalisasi sehingga seks bebas di Indonesia mulai membudaya
  2. Seks bebas terjadi karena adanya pertentangan dari lawan jenis, adanya tekanan dari keluarga dan teman.
  3. Setiap agama melarang prilaku menyimpang, termasuk seks bebas.
  4. Seks bebas menimbulkan beragam penyakit yang sangat membahayakan masyarakat.
  1. Saran
    1. Kepada Para Remaja
  • Menghindari prilaku seks bebas demi masa depan yang lebih bahagia.
  • Jika tetap ingin melakukan hubungan seks, hendaknya melakukan seks yang sehat. Artinya tidak berganti-ganti pasangan karena alat kontrasepsi tidakmenjamin penularan penyakit seks terhenti.
  • Selalu berfikir positif
  1. Kepada Orangtua
  • Melakukan kontrol terhadap anaknya agar tidak terjerumus kedalam lembah seks bebas.
  • Memberikan pengajaran akan seks sejak dini kepada anak.
  1. Kepada Pemerintah
  • Memberikan mata pelajaran seks di sekolah-sekolah ataupun universitas agar anak Indonesia lebih mengetahui tentang seks yang sehat dan dampak-dampak seks bebas
  • Menertipkan penjualan VCD porno ataupun memblokir situ-situs porno yang sekarang ini merajalela bagaikan jamur di musim hukjan.

 

 
DAFTAR PUSTAKA
- Sultoni, Wahyu Bagja, 2007; Ilmu Sosial Dasar. Bogor; STKIP Muhamadiyah.
-Alkitab terjemahan baru
- Al-Makatti, Abdurahman, 2001; Pacaran Dalam Kacamata Islam. Jakarta; Media Dakwah.
http://kabarmu.blogspot.com/2009/02/penyebab-meningkatnya-seks-bebas-di.html

 

 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Julian Cholse