Wednesday, 6 April 2011

Proses Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) pada PT Semen Gresik

Julian Cholse

BAB 1
PENDAHULUAN
Enterprise Resources Planning (ERP) atau Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang terintegrasi dan menyeluruh. Secara arsitektural sistem, ERP dikembangkan berdasarkan modul-modul fungsional yang meliputi seluruh aspek sumber daya di dalam sebuah perusahaan/organisasi. Secara historis, ERP berasal dari metamorfosis dari MRP (Manufacturing Resources Planning) yang diarahkan untuk kelompok usaha manufaktur. Seiring dengan perkembangan teknologi, manajerial dan bisnis maka MRP pun berubah menjadi ERP. Istilah ERP sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Gartner Group.
ERP telah berkembang sebagai alat integrasi, memiliki tujuan untuk mengintegrasikan semua aplikasi perusahaan atau aktivitas inti perusahaan yang meliputi penjualan dan pemasaran, pemeliharaan, produksi/manufakturing, pengadaan/logistik, gudang, SDM, Umum dan Keuangan ke pusat penyimpanan data (server) dan dapat dengan mudah diakses oleh semua unit kerja yang membutuhkan. Manfaat ERP bagi suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
1.      Proses bisnis “Best Practice
2.      Integrasi dan real time
3.      Fungsi Pengendalian
4.      Proses lebih cepat dan efisien (tidak ada duplikasi)
5.      Ketepatan posting jurnal akuntansi
6.      Pencatatan dari sumber transaksi
7.      Flexible dan mudah dalam pemakaian
8.      Paperless
Sebuah sistem ERP akan membantu bagian-bagian dalam sebuah organisasi untuk berbagi data dan informasi, pengurangan biaya, dan perbaikan manajemen dari bisnis proses. Dengan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan sistem tersebut, banyak perusahaan yang tergiur untuk mengimplementasikan. Di Indonesia, sudah cukup banyak perusahaan yang mengimplementasikan ERP diantaranya adalah Semen Gresik dengan software J.D.Edwards. Satu hal yang penting ketika mengimplementasikan ERP adalah perlu mempertimbangkan 3 komponen penting dalam sistem informasi yaitu business process, people dan IT.
Banyak juga sistem ERP yang mengalami kegagalan pada saat implementasi. Rata-rata kegagalan implementasi software ERP, SCM dan CRM didunia berdasarkan hasil survey adalah 50 persen sampai 70 persen. Dalam banyak tulisan, angka 70% dapat dikatakan ”standar” kegagalan yang dapat diterima bersama dalam proyek IT. Selanjutnya, Standish Group menyatakan hanya 10 persen perusahaan yang berhasil menerapkan ERP, 35 persen proyek dibatalkan dan 55 persen mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut dialami juga oleh perusahaan di Indonesia, banyak yang bernasib sama dengan perusahaan di luar negeri yaitu mengalami kegagalan implementasi ERP setelah berinvestasi besar-besaran. Namun kegagalan tersebut jarang terungkap karena rata-rata perusahaan malu mengungkapkan detil kegagalan yang akan menurunkan citra perusahaan dan mengecewakan para konsumen dan shareholdersnya (Garside, 2004).

Gambar : Enterprise Resources Planning (ERP)

1.1  Keuntungan yang bisa diukur antara lain:

1.       Penurunan inventori
2.       Penurunan tenaga kerja secara total
3.       Peningkatan service level
4.       Peningkatan kontrol keuangan
5.       Penurunan waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan informasi


1.2  Kelemahan Penggunaan ERP

 

1.  Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran
2.  Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik
3.  Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya
4.  Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru

a.      Kegagalan ERP biasanya ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut:

·              Kurangnya komitmen top management
·              Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi bisnis)
·              Cacatnya proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan)
·              Kurangnya sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal)
·              Kurangnya ‘buy in’ sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan
·              Kesalahan penghitungan waktu implementasi
·              Tidak cocoknya software dgn business process
·              Kurangnya training dan pembelajaran
·              Cacatnya project design & management
·              Kurangnya komunikasi
·              Saran penghematan yang menyesatkan



1.3  Software ERP

Berikut adalah software ERP yang saat ini beredar, baik yang berlisensi bayar maupun open source
·         Acumatica
·         Dynamics AX
·         Compiere
·         ORACLE
·         JDE
·         BAAN
·         MFGPro
·         Protean
·         Magic
·         aLTiUs
·         SAP
·         Onesoft
·         IFS
·         AGRESSO
·         INTACS
·         BOSERP
·         EuClid System
·         Mincom Ellipse
·         Axapta
·         SPIN – Datadigi Indonesia
·         WD ERP-SYS




BAB 2
Latar Belakang Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP)
pada PT Semen Gresik

PT. Semen Gresik adalah perusahaan bergerak di industri semen, yang didirikan sejak tahun 1957. Walau PT. Semen Gresik bergerak di bidang industri semen, namun PT. Semen Gresik menyadari bahwa perusahaan membutuhkan sebuah sistem informasi IT yang kompleks untuk meningkatkan kinerja perusahaan mereka.
Pada bulan Juni tahun 2001, ERP mulai diaplikasikan untuk mendukung bisnis proses yang ada di Semen Gresik dengan penerapan pertama kali dilakukan di bagian finansial. Dengan berjalannya waktu, implementasi dilakukan di bagian penjualan dan kemudian di bagian manufakturing.
Ada beberapa hal yang melatar belakangi Semen Gresik untuk mengimplementasikan ERP, yaitu :
  1. Kebutuhan ‘Back Bone System’ yang kuat dan mampu memberikan informasi yang relevan dan tepat waktu.
  2. Kebutuhan integrasi sistem informasi Semen Gresik Group (SSG) guna mendapatkan sinergi yang lebih optimal. Faktor-faktor yang mendorong adanya kebutuhan integrasi tersebut diantaranya adalah :
·         Bergabungnya Semen Tonasa dan Padang sebagai subsidiary Semen Gresik (distributor) Semen Gresik tersebar di wilayah Jawa-Bali sehingga membutuhkan sistem tersentralisasi untuk pengiriman ordernya agar order dapat segera diproses dan dipenuhi.
·         Jaringan distribusi Semen Gresik memiliki dua pabrik, dua puluh tiga gudang penyangga, seratus dua puluh distributor dan empat puluh Ekspeditur. Order dari distributor dapat dipenuhi dari pabrik maupun gudang penyangga sehingga perlu sistem informasi yang terintegrasi diantara pabrik, gudang dan distributor.
·         Jaringan pengiriman semen sangat kompleks dan melibatkan Ekspeditur untuk menyelenggarakan jasa transportasi di Semen Gresik, menyebabkan kebutuhan untuk mengintegrasikan informasi-informasi yang berkaitan dengan pengiriman barang terutama dengan pihak Ekspeditur.

Semen Gresik sebenarnya telah menggunakan aplikasi buatan sendiri (in-house development) berbasis program Foxbase dan database Sybase sejak 1989, namun aplikasi ini tidak begitu efektif untuk menunjang kinerja PT. Semen Gresik. Aplikasi ini juga tidak membuat bagian-bagian dalam PT. Semen Gresik terintegrasi satu sama lainnya. Oleh karena itu untuk meningkatkan tingkat efektifitas dan  efisiensi kinerja di PT. Semen Gresik, maka pada Oktober 2000 dibentuklah Tim Proyek Sistem Informasi Grup Semen Gresik untuk merealisasikan impian PT. Semen Gresik.







BAB 3
Proses Implementasi ERP pada PT. Semen Gresik
3.1  Proses Implemetasi ERP
Berikut ini adalah tugas Tim Proyek Sistem Informasi Grup Semen Gresik :
a.       Mendefinisikan rencana proyek yang realistis dan melaksanakan perubahan   proses bisnis sesuai tujuan perusahaan.
b.      Melaksanakan tahap-tahap pengembangan dan penerapan sistem dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan target waktu yang ditentukan.
c.       Mengusulkan penunjukan konsultan dan penetapan platform Sistem Informasi Perusahaan.
d.      Menyusun rencana anggaran dan melaporkan realisasi biaya proyek.
e.       Melaksanakan pengadaan barang dan jasa dalam batas-batas tertentu yang ditetapkan oleh direksi.
f.        Membuat laporan manajemen secara berkala dan menyusun dokumentasi  proyek.
Setelah melalui proses cukup panjang — memakan waktu hampir 1,5 tahun — Semen Gresik akhirnya memutuskan memakai solusi ERP JD Edwards. Alasannya, solusi ini merupakan solusi Best Practice, serta cukup fleksibel dan mudah diimplementasikan. Bahkan, beberapa pemain semen terbesar di dunia menggunakan solusi ini, seperti Lafarge, Cemplank, Argos, Cockburn Cement, Cruz Azul, Calme Cementi, Ferrobeton.
Sebelum diimplementasi, Tim Proyek meneliti lebih jauh calon user (stakeholder analysis) selama hampir empat bulan. Salah satu tujuannya: mengetahui sejauh mana tanggapan dan apresiasi mereka terhadap sistem baru yang akan segera diimplementasi. Hasilnya, beberapa calon user di sejumlah departemen memang ada yang menunjukkan resistensi terhadap perubahan, namun secara umum banyak yang menerima terhadap solusi ini.
Proses selanjutnya adalah perusahaan membeli beberapa perangkat hardware yang mendukungnya. Pada saat yang hampir bersamaan, perusahaan membangun jaringan LAN/WAN ke seluruh cabang hingga ke gudang-gudang yang tersebar di beberapa lokasi dan proses ini saja memakan waktu hingga dua tahun.
Proses implementasi modul-modul ERP ini, dimulai pada November 2000. Modul Maintenance, Inventory dan Purchasing bisa go live Oktober 2001. Menyusul kemudian modul Finance pada Januari 2002, dan terakhir modul Sales Order & Transportation bisa diselesaikan pada Juli 2002.
Proses impelementasinya dilakukan secara bertahap atas pertimbangan efektivitas. Pada fase ini, Semen Gresik dibantu oleh konsultan Berca Hardaya Perkasa dan Praweda. Ada sekitar 60 orang yang terlibat pada fase ini: 10 tenaga TI, dan sisanya terdiri dari para user dari berbagai departemen. Hal yang paling rumit terjadi adalah pada saat implementasi modul Sales Order & Transportation karena untuk modul ini, para user-nya tidak hanya dari kalangan internal, tapi juga berbagai mitra bisnis, seperti para buyer (distributor), toko-toko, dan perusahaan ekspeditur/transporter (pengangkut semen) yang jumlahnya sekitar 100 dan tersebar dari Serang, Madura hingga Bali. Sehingga kendalanya justru terletak pada sisi SDM-nya, bukan pada sistemnya. Oleh karena itu, sebelum implementasi, dilakukan proses sosialisasi. Antara lain, dengan mengumpulkan seluruh distributor dan memberikan briefing kepada mereka. Setelah proses implementasi selesai, dilanjutkan dengan tahap internalisasi (bersifat teknis): tim TI Semen Gresik mendatangi para distributor di tiap daerah satu per satu.
PT. Semen Gresik harus mengeluarkan dana sekitar Rp 46 miliar lebih. Namun, biaya sebesar itu tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan sistem dan infrastruktur di Semen Gresik, tapi juga mencakup Semen Padang dan Semen Tonasa.
Anggaran Implementasi ERP di Grup Semen Gresik:
a.       Perangkat lunak JD Edwards termasuk lisensi: Rp 7,3 miliar.
b.      Perangkat keras (server & client), Database dan Jaringan: Rp 30 miliar.
c.       Jasa Konsultan: Rp 5,2 miliar.
d.      Pendidikan dan Latihan: Rp 2,9 miliar.
e.       Umum & Administrasi: Rp 800 juta.
f.        Tata Ruang: Rp 400 juta.
Dalam mengimplementasikan ERP di Semen Gresik, beberapa aspek teknis yang dilakukan oleh departemen Information Technology (IT) diantaranya :
1.      Mengimplementasikan sofware J.D.Edwards.
2.      Membangun sistem jaringan komputer (LAN/WAN).
3.      Membangun infrastruktur server dan database.
4.      Membangun tata ruang sistem informasi.
5.      Menyusun dokumentasi sistem.
Sedangkan aspek non teknis yang dipertimbangkan oleh departemen IT pada khususnya serta perusahaan pada umumnya dalam menyongsong implementasi ERP adalah :
  1. Komitmen manajemen agar implementasi berhasil sehingga yang dipertimbangkan tidak lagi apakah Software tersebut yang ”The Best”.
  2. Proses mapping dilakukan karena bisnis proses J.D.Edwards ternyata tidak sama dengan bisnis proses yang dijalankan Semen Gresik. Dari proses mapping ini ada dua kemungkinan yaitu bisnis proses semen Gresik mengikuti J.D.Edwards atau sebaliknya. Tahap selanjutnya yang dilakukan adalah mengkaji efek dalam jangka panjang dan pendek terhadap pemilihan bisnis proses yang akan dipakai. Sebagai contoh proses pengadaan barang diputuskan oleh Semen Gresik untuk mengikuti bisnis proses J.D.Edwards.
  3. Perubahan bisnis proses dan implementasi ERP menyebabkan perubahan-perubahan dalam struktur organisasi berupa bertambahnya job discription dan unit-unit kerja baru yang berfungsi untuk mendukung implementasi ERP.
  4. Aplikasi ”Change Management” untuk mengelola perubahan-perubahan yang terjadi dengan adanya implementasi ERP.

Untuk Kelanjutan isi makalah silahkan Download

Tuesday, 5 April 2011

Perilaku Keorganisasian (organizations : Behavior, Structure, processes)

Julian Cholse

Perilaku Keorganisasian (Organizational Behavior) :
Suatu bidang studi yang mempelajari dampak perilaku individu & kelompok, struktur organisasi, proses organisasi guna memperbaiki keefektifan organisasi

• Alasan didirikan organisasi karena tujuan tidak dapat dicapai secara perseorangan

• Jadi organisasi mengejar tujuan

• Oleh karena itu diusahakan supaya efektif dan efisien

Tiga hal yang harus diperhatikan :
o Keefektifan Individu
o Keefektifan Kelompok
o Keefektifan Organisasi

.......


Untuk Lebih Lengkapnya Silahkan

  1. Download
  2. Mirror Download


Keterangan :
1. Judul Buku : Organizations : Behavior, Structure, processes
2. Pengarang : Gibson/ Ivancevich/ Donnelly/ Konopaske

Saturday, 12 March 2011

Pengganggaran, Perencanaan untuk Pengendalian

Julian Cholse

Deskripsi Anggaran
• Perencanaan
Merupakan pandangan ke depan untuk melihat tindakan apa yang seharusnya dilakukan, agar dapat mewujudkan tujuan – tujuan tertentu.
• Pengendalian
Melihat ke belakang menentukan apakah yang sebenarnya telah terjadi, dan membandingkannya dengan hasil yang direncanakan sebelummnya.
• Anggaran
Merupakan rencana keuangan untuk masa depan ; rencana tersebut mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.
• Rencana Strategis
Mengidentifikasikan strategi – strategi untuk aktivitas dan operasi di masa depan setidaknya 5 tahun ke depan.

Manfaat Anggaran
Penganggaran memiliki manfaat sebagai berikut :

1. Memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan,
2. Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pengambilan keputusan,
3. Menyediakan standar evaluasi kinerja,
4. Memperbaiki komunikasi dan koordinasi.

Menyiapkan Anggaran Induk (Master Budget)

Menyiapkan Anggaran Induk (Master Budget) adalah rencana keuangan komperhensif bagi organisasi secara keseluruhan. Anggaran induk biasanya untuk periode satu tahun sesuai dengan tahu fiskal perusahaan. Anggaran tahunan dibagi menjadi anggran kuartal dan bulanan. Dengan menggunakan periode waktu yang lebih kecil memungkinkan para manajer untuk membandingkan data aktual dengan data yang direncanakan sehingga masalah dapat diketahui dan diselesaikan lebih awal.

Beberapa organisasi telah mengembangkab filosofi anggaran yang kontinu. Anggaran kontinu adalah anggran 12 bulan yang terus bergerak.


1. Mengarahkan dan Mengoordinasikan

Komite anggaran ( budget committee ) meninjau anggaran , menyediakan petunjuk kebijakan dan tujuan anggaran, menyelesaikan perbedaan yang timbul saat anggaran disiapkan , menyetujui anggran akhir , dan mengawasi kinerja aktual organisasi seiiring dengan berjalannya tahun.

Direktur utama organisasi menunjuk anggota – anggota komite yang biasanya terdiri dari direktur utama, wakil direktur utama, dan pengontrol. Pengontrol biasanya berfungsi sebagai direktur anggaran ( budget director ) yaitu orang yang bertanggung jawab mengarahkan dan mengoordinasikan proses anggaran organisasi secara keseluruhan.

2. Komponen – komponen utama anggaran induk
Anggaran utama dapat dibagi dalam anngaran operasional dan keuangan.

a) Anggran Operasional ( operational budget ) mendeskripsikan aktivitas yang menghasilkan pendapatan bagi suatu perusahaan ( penjualan, produksi, dan persediaan barang jadi ).
b) Anggaran Keuangan ( financial budget ) memerinci aliran masuk dan keluar kas, serta posisi keuangan secara umum.

3. Menyiapkan anggaran operasianal

Anggran Operasional terdiri atas perkiraan laporan laba rugi yang disertai dengan laporan pendukung berikut :
1. Anggaran penjualnan
2. Anggaran produksi
3. Anggaran pembelian bahan baku langsung
4. Anggran overhead
5. Anggaran beban penjualan dan administrasi
6. Anggaran persediaan akhir barang jadi
7. Anggaran tenaga kerja langsung
8. Anggaran harga pokok penjualan

Anggaran Penjualan ( sales budget ) 
Merupakan projeksi yang disetujui komite anggran yang menjelaskan penjualan yang diharapkan dalam satuan unit dan hutang. Karena anggran penjualan adalah dasar bagi semua anggran operasional lainnya dan sebagian besar dari anggaran keuangan, anggaran penjualan, yang seakurat mungkin sangatlah penting.

Langkah pertama dalam membuat anggaran penjualan adalah mengembangkan prediksi penjualan. Hal ini biasanya tanggung jawab departemen pemasaran. Suatu pendekatan untuk memprediksi penjualan adalah pendekatan dari bawah ke atas (bottom up approach) yang mensyaratkan setiap tenaga penjual memberikan prediksi penjualan. Semua prediksi disatukan untuk membentuk suatu prediksi jumlah penjualan.

Keakuratan prediksi penjualan dapat diprediksi dengan mempertimbangkan faktor – faktor lain seperti iklim ekonomi secara umum , persaingan, iklan, kebijakan penetapan harga , dll. Prediksi penjualan hanyalah perkiraan awal. Prediksi penjualan dapat diberikan kepada komite anggaran untuk dipertimbangkan. Komite anggaran dapat memutuskan perkiraan terlalu pesimis atau optimis dan merevisi sesuai dengan keadaan.



Anggaran produksi ( production budget)
Menjelaskan banyaknya unit yang harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan penjualan dan kebutuhan persediaan akhir.
Untuk menghitung unit yang akan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan persediaan awal dan persediaan akhir barang jadi dirumuskan sebagai berikut

Unit yang perkiraan unit dalam unit dalam
akan diproduksi penjualan unit persediaan akhir persediaan awal



Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung (direct materials purchases budget)

Menyatakan jumlah dan biaya bahan baku yang dibeli tiap periode ; jumlahnya bergantung pada perkiraan penggunaan bahan baku dalam produksi dan persediaan bahan baku yang dibutuhkan perusahaan. Dirumuskan sebagai berikut

Pembelian = BB langsung yang dibutuhkan untuk produksi + BB langsung yang diinginkan dalam persediaan akhir – BB langsung dalam persediaan awal.
















Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Anggaran tenaga kerja langsung menunjukkan jumlah jam tenaga kerja langsung yang dibutuhkan dan biaya terkait yang berhubungan dengan jumlah unit dalam anggaran produksi.
Sama halnya dengan bahan baku langsung, anggaran jam tenaga kerja langsung ditentukan oleh hubungan antara tenaga kerja dan output.







Anggaran Overhead (overhead budget)
Anggaran overhead menunjukkan biaya yang diharapkan dari semua komponen produksi tidak langsung.
Tidak seperti bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, hubungan input-output yang telah tersedia untuk diindentifikasi tidak terdapat dalam komponen overhead.

Sebaliknya, terdapat serangkaian aktivitas dan penggerak yang terkait . Pengalaman dari masa lalu dapat digunakan sebagai panduan untuk menentukan bagaimana aktivitas overhead berubah sesuai dengan penggeraknya. Komponen individual yang akan berbeda diindentifikasi (sebagai contoh, perlengkapan dan utilitas). Selain itu, perkiraan jumlah yang diharapkan akan dihabiskan pada tiap komponen per unit aktivitas. Kemudian, tarif-tarif individual yang dihasilkan dijumlah untuk memperoleh suatu tarif overhead variabel.




Anggaran Persediaan Akhir Barang Jadi (ending finished goods inventory budget)
Anggaran persediaan akhir barang jadi memberikan informasi yang dibutuhkan untuk neraca dan juga bertindak sebagai input penting untuk persiapan anggaran harga pokok penjualan.

















Anggaran Harga Pokok Penjualan (cost of good sold budget)

Anggaran harga pokok penjualan mengungkapkan harga yang diharapkan untuk barang yang akan dijual.
Laporan harga pokok penjualan adalah laporan terakhir yang diperlukan sebelum anggaran laporan laba rugi dapat disiapkan.








Anggaran Beban Penjualan dan Administrasi (selling and administrative
budget)
Anggaran beban penjualan dan administrasi menguraikan pengeluaran yang direncanakan untuk aktivitas nonproduksi. Sama halnya dengan overhead, beban penjualan, dan administrasi dapat dibagi dalam komponen tetap dan variabel.
Komponen-komponen seperti komisi penjualan, pengiriman, dan perlengkapan berubah sesuai dengan aktivitas penjualan. Laba operasional tidak sama dengan laba bersih perusahaan. Untuk mendapatkan laba bersih, beban bunga dan pajak harus dikurangi dari laba operasional.






4. Menyiapkan Anggaran Keuangan ( financial budget )
Anggaran yang tersisa dalam anggaran induk adalah anggaran keuangan
Anggaran keuangan yang biasa disiapkan adalah :
a) Anggaran kas
b) Anggaran neraca
c) Anggaran untuk pengeluaran modal
Anggaran Kas
Anggaran kas adalah salah satu anggaran paling penting dalam anggaran indukpengetahuan arus kas adalah hal penting dalam mengelola bisnis. Bisnis yang sukses dalam memproduksi dan menjual suatu produk akhirnya sering gagal karena kesalahan dalam mengatur arus kas masuk dan arus kas keluar. Dengan mengetahui waktu kemungkinan terjadinya kekurangan dan kelebihan kas, manajer berencana meminjam uang tunai ketika diperlukan dan membayar kembali pinjaman selamaperiode kelebihan kas. Petugas bank bagian peminjaman menggunakan anggaran kas perusahaan untuk mendokumentasikan kebutuhan atas uang tunai dan kemampuan untuk membayar kembali.

Neraca yang dianggarkan

Neraca yang dianggarkan bergantung pada informasi yang tergantung dalam neraca saat ini, dan yang berada pada anggaran lain di anggaran indo. Anggaran individual adalah anggaran yang membentuk anggaran induk sehingga hubungan ketergantungan satu sama lain atas anggaran komponen menjadi jelas.


Menggunakan Anggaran Untuk Evaluasi Kerja

Anggaran merupakan alat pengendalian yang berguna namun ada dua pertimbangan yang perlu diperhatikan yaitu menetapkan bagaimana jumlah yang dianggarkan seharusnya dibandingkan dengan hasil aktual. Dan yang kedua adalah melibatkan dampak anggaran atas perilaku manusia.


Anggaran statis versus anggaran fleksibel
Tingkat aktivitas aktual biasanya tidak sama dengan tingkat aktivitas yang diangrankan. Akibatnya, jumlah yang dianggarkan tidak dapat dibandingkan dengan hasil aktual. Oleh karena itu, perusahaan dapat pula menyiapkan anggaran fleksibel untuk digunakan dalam evaluasi kerja.

Anggaran Statis (static budget) adalah anggaran untuk tingkat aktivitas tertentu karena anggaran statis bergantung pada tingkat aktivitas tertentu, anggaran statis ini tidak telalu berguna untuk menyiapkan laporan kinerja.

Anggaran fleksibel adalah anggaran yang memungkinkan suatu perusahaan menghitung perkiraan biaya dalam suatu tingkat aktivitas. Kunci untuk penganguran fleksibel adalah pengetahuan atas biata tetap dan biaya variabel.ada 2 jenis penganguran fleksibel :
1. Penganguran untuk tingkat aktivitas yang diharapkan
2. Penganguran untuk tingkat aktivitas actual

Dimensi Perilaku dari Anggaran

Bonus,kenaikan gaji dan promosi adalah hal yang dipengaruhi oleh kemampuan seorang manajer untuk mencapai atau melampaui tujuan yang direncanakan. Karena status keuangan dan karier seorang manajer dapat dipengaruhi,anggaran dapat memiliki pengaruh perilaku yang signifikan. Pengaruh positif atau negatif tersebut sebagian besar tergantung pada bagaimana anggaran digunakan. Perilaku positif muncul ketika tujuan tiap manajer sejalan dengan tujuan organisasi dan manajer memiliki penggerak untuk mancapainya. Sejalannya tujuan manajerial dan tujuan organisasional sering disebut kesesuaian tujuan (goal congruence). Perilaku disfungsional adalah perilaku individual yang pada dasarnya bertentangan dengan tujuan organisasi.

Sistem anggaran yang idela adalah sistem anggaran yang mencapai kesesuaian tujuan secara utuh dan simultan serta menciptakan suatu penggerak bagi manajer untuk mencapai tujuan organisasi secara etis. Beberapa fitur penting yang akan mendorong perilaku positif pada tingkat yang wajar yaitu :

a) Umpan balik yang sering atas kinerja
Dengan meneydiakan laporan kinerja secara sering dan tepat waktu, manajer akan mengetahui ukuran keberhasialan usaha mereka selama ini dengan tujuan mengambil tindakan korektif dan mengubah rencana sebagaimana diperlukan
b) Insentif uang dan bukan uang
Insentif uang (monetary incentive) digunakan untuk mengendalikan kecenderungan seorang manajer untuk melalikan dan membuang-buang sumber daya dengan menghubungkan kinerja anggaran dengan kenaikan gaji, bonus dan promosi. Insentif bukan uang (nonmonetery incentive) ini termasuk memperkaya pekerjaan (job enrichment), meningkatkan tanggung jawab dan ptonomi, program penghargaan nonuang, dan lain-lain. Hal ini dapat digunakan untuk meningkatkan sistem pengendalian anggaran.

c) Anggaran Partisipatif
memungkinkan manajer tingkat bawah untuk turut serta dalam pembuatan anggaran daripada membebankan anggaran kepada para manajer tinjgkat bawah.
Anggaran partisipasif memiliki tiga potensi masalah :
1. Menetapkan standar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
2. Membuat kelonggaran dalam anggaran
3. Partisipasi semu.

d) Standar yang Realistis
Tujuan yang ada dalam anggaran digunakan untuk mengukur kerja. Jadi, tujuan ini harus bedasarkankondisi dan harapan-harapan realistis. Anggaran seharusnya mencerminkan realita operasional, seperti tingkat aktifitas actual, perubahan musiman, efisiensi, dan tren ekonomi umum.


e) Keterkendalian Biaya
Idealnya, para manajer hanya dianggap bertanggung jawab atas biaya-biaya yang dapat dikendalikan. Biaya yang dapat dikendalikan adalah biaya yang tingkatannya dapat dipengaruhi oleh manajer.
f) Berbagai Ukuran Kerja
Organisasi kerap membuat kesalahan penggunaan anggaran sebagai satu-satunya ukuran mereka akan kinerja manajerial. Ketika ukuran keuangan atas kinerja merupakan hal penting, penekanan yang berlebihan dapat mengarah pada bentuk perilaku difungsional yang disebut memerah sumber daya perusahaan (milking the firm) atau eksploitasi (myopa).

Anggaran Bedasarkan Aktivitas

Membangun suatu anggaran bedasarkan aktivitas denggan menggunakan tiga langkah:
1. aktifitas dalam organisasi harus didefinisikan,
2. permintaan tiap output aktivitas harus diperkirakan, dan
3. biaya sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi tingkat aktifitas harus dinilai.
Anggaran Fleksibel Aktivitas adalah prediksi biaya aktifitas nantinya jika terdapat perubahan pada output aktivitas.


Download Power Point
  • Penyusunan Anggaran.pptx (Bahasa Indonesia) (1.02 MB)
 











  • Presentation2.pptx  (English) (1.12 MB)




Friday, 26 November 2010

Komunikasi Bisnis

Julian Cholse

Bahan Tes final Kombis silahkan download disini, file disimpan dalam format .Zip silahkan ekstrak.

Bahan dalam Bentuk Power Point.

Judul:

Business Communication Essentials Jilid 2 ( Komunikasi Bisnis Jilid 2)


Pengarang :

Courtland Bovee (Author), John V. Thill (Author)

Terimakasih

Julian

Thursday, 18 November 2010

Tips Wawancara Kerja

Julian Cholse

Satu bagian penting apakahlamaran kerja kita diterima adalah kesuksesan dalam wawancara kerja. Bahkan saya pernah mendengar ada orang dengan nilai IP tidak seberapa dapat gonta-ganti pekerjaan karena ahli dalam bidang wawancara kerja. Dia dengan yakin mampu menjawab seluruhpertanyaan wawancara kerjayang diajukan.

Baiklah! Tak perlu menunggu angin bertiup lagi, ini dia Tips Wawancara kerja yang saya tahu:

1. Penampilan.
Tips wawancara kerja yang pertama jelas adalah penampilan. Pernahkan anda mendengar kata bijak yang mengatakan “cover tidak penting yang penting isinya”. Ini tidak berlaku saat menghadapi wawancara kerja. Buatlah penampilan dalam hal ini pakaian anda terlihat Profesional, dewasa dan bisa diandalkan.

Tips berpakaian untuk pria :

Gunakan kemeja warna krem, abu-abu atau biru (yang tidak mencolok). Dan Jangan gunakan warna hitam, untuk menghindari kesan berkabung. Lebih tepatnya gunakan bahan yang tidak terlalu mencolok warnanya. Jangan lupa dasinya juga harus maching dengan pakaian.

Tips berpakaian untuk wanita :

Baju atau blouse yang simpel, Gunakan bahan alami semacam wol, katun atau sutra. Warnya juga sama dengan pria krem, abu-abu atau biru (kalau wanita, hitam juga boleh). Dan yang terpenting make-up jangan berlebihan.

2. Tepat waktu

Mungkin ini bukan hanya untuk tips wawancara kerja tapi hampir semua kegiatan, jangan ngareeeeeeeeeeeeet. Datanglah minimal 20 menit sebelum menghadapi wawancara kerja. Dalam waktu itu juga lebih baik anda ke toilet dahulu sebelum menjawab pertanyaan wawancara kerja (selain buang air juga untuk mengurangi ketegangan). Ingat jangan terlambat, Anda bukan artis yang sedang diwawancarai oleh wartawan anda sedang nyari kerja.

3. Mengatur Bahasa Tubuh saat mulai wawancara kerja.

Tips wawancara kerja ini akan mengesankan anda profesional dan tahu apa yang harus dilakukan.

Saat memasuki ruang wawancara kerja. Anda harus mampu mengatur bahasa tubuh , jangan seperti sedang berjalan-jalan di mall. Berjalanlah secara tegap dengan kedua tangan mengibas bebas. Jangan lihat-lihat kesana kemari dan berkata wah ruanganya bagus, langsung berjalan lurus ke pewawancara kerja.

Sodorkan tangan kepada si pewancara sambil tersenyum. Sambil menatap matanya, genggam keseluruhan tangan kemudian ayunkan satu sampai dua kali dan secara bersamaan ucapkan nama anda.

Dan perlu diperhatikan….

Saat menghadapi wawancara kerja peting untuk jangan duduk sebelum dipersilahkan, jangan memasukkan tangan ke saku, jangan menggumam, jangan menyilangkan tangan di dada. Apalagi mengacungkan jari tengah, lebih nggak boleh lagi :D

Berusalah senormal mungkin selayaknya berbicara, Gunakan ekspresi seperti senyum, mengerutkan dahi, sedikit mengangguk atau hal semacam itu. Dengan begitu akan memudahkan si pewawancara mengerti apa yang anda bicarakan.

4. Kontak Mata.

Tips wawancara kerja yang juga tidak kalah pentingnya adalah Jangan dan jangan pernah alihkan pandangan saat pewancara mengajukan pertanyaan wawancara kerja. Selalu fokus kepada si wawancara. Jangan lupa mata adalah cermin dari hati anda. Buat tatapan mata anda terlihat percaya diri dan berfikir positif.

Ya 4 hal diatas sajalah awal untuk menghadapi wawancara kerja. Untuk pertanyaan dalam wawancara kerja sendiri pintar-pintarlah untuk ngeles he he he. OK! Mungkin postingan berikutnya saja saya sebutkan tips dan trik menjawab pertanyaan wawancara kerja.

Kekuatan Dasar Dalam Mencari Kerja

Julian Cholse

Apakah jabatan yang saya inginkan realistis? Bolehkah mengirimkan lamaran kerja ke perusahaan yang tidak sedang membuka lowongan? Apakah berkas lamaran kerja harus di-print berwarna yang dihiasi dengan gambar-gambar menarik agar lebih diperhatikan oleh HRD?

Ketika menyiapkan aplikasi untuk melamar pekerjaan, orang sering dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang merisaukan seperti itu, yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kerisauan-kerisauan tersebut sudah menjadi klasik sehingga justru kontraproduktif. Berikut sejumlah pertanyaan yang paling sering muncul dalam benak pikiran para pencari kerja.

Temukan jawabannya sehingga Anda bisa mempersiapkan diri sejak dini, dan lebih bisa memastikan apakah usaha Anda telah berada di jalan yang benar.

1. Bagaimana saya tahu, pekerjaan yang saya inginkan sesuai dengan kemampuan saya?
Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan menengok kembali ke masa awal Anda mencari kerja dan melihat apa yang Anda dapat sekarang. Jika Anda mendapati diri Anda seperti membentur dinding –baik ketika mencari kerja lewat lembaga jasa penempatan,networking maupun internet– maka sadarilah bahwa cita-cita Anda tidak sesuai dengan realitas pasar. Artinya, Anda perlu menurunkan atau memikirkan kembali skala target Anda.

2. Saya ingin bekerja di Perusahaan A, tapi perusahaan tersebut tidak memasang info lowongan kerja, bagaimana cara terbaik untuk mendekatinya?
Cara terbaik adalah selalu mencoba (memanfaatkan) jaringan yang terhubung dengan perusahaan itu. Bisa melalui teman Anda, atau temannya teman Anda, yang jelas dia bisa memperkenalkan Anda dengan “orang dalam” perusahaan yang ingin Anda tuju. Orang tersebut tak harus berasal dari bagian atau departemen yang Anda inginkan.

Yang Anda perlukan hanya nama yang bisa mengubungkan Anda dengan pihak yang tepat. Setelah Anda mendapatkan nama, tulislah pesan yang mengungkapkan maksud Anda, dan menindaklanjutinya dengan menelepon. Tapi, jangan langsung bicara tentang pekerjaan melainkan mintalah kesempatan untuk bertemu.

3. Adakah sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat resume saya lebih menonjol dibandingkan yang lain?
Sebenarnya tak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mempercantik sebuah resume sehingga berbeda dari yang lain. Memakai tipografi yang tak biasa atau cetak-berwarna memang membuat resume Anda beda, tapi pengusaha concern dengan isi.

Kadang metode pengiriman tertentu lebih menyita perhatian, tapi dalam kompetisi yang ketat hal itu pun tak membantu. Hal terpenting adalah menyebutkan keahlian khusus yang Anda miliki dalam resume tersebut, yang relevan dengan posisi yang Anda incar.

4. Apa kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pencari kerja dalam resume mereka?
Kita perlu sadar bahwa meski semua orang bisa menulis surat lamaran, tetapi soal kualitas fisik dan isinya bermacam-macam. Ada yang baik, menarik, dan OK punya, tetapi ada yang terkesan asal-asalan. Tugas kita di sini adalah memperbaiki tampilan fisiknya dan isinya. Untuk ini, ada banyak cara dan petunjuk. Anda bisa membaca artikel-artikel di internet , bisa melihat di buku, bisa mencontoh dari orang-orang yang anda kenal. Intinya, jangan sampai menimbulkan kesan asal-asalan atau tidak lengkap.

Kesalahan paling umum, sejauh ini, mencantumkan sebanyak-banyaknya fungsi dan tanggung jawab yang pernah dipegang di perusahaan sebelumnya. Satu saja fungsi dan tanggung jawab yang spesifik akan lebih membuat orang terkesan akan kemampuan Anda, dan secara otomatis lebih membantu orang lain mendeteksi kesesuaian Anda dengan perusahaan/jabatan yang sedang Anda lamar.

Kesalahan kedua, tidak cukup spesifik ketika menyebutkan kemampuan yang dimiliki. Perusahaan lebih tertarik dengan hal-hal khusus yang Anda kuasai.

5. Bagaimana cara terbaik membangun network?
Tak ada cara “terbaik”. Namun, yang penting adalah bagaimana memberdayakan semua sumber: keluarga, sahabat, asosiasi bisnis, mantan teman sekelas dan sebagainya. Anda harus berusaha “terlihat” dan tempatkan diri dalam berbagai situasi yang memberi Anda kesempatan untuk bertemu orang-orang baru.

Terpenting dari semua itu, ketika kesempatan telah didapat, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Buatlah orang tahu apa yang sedang Anda cari.

6. Apa nasihat terpenting untuk orang yang akan memenuhi panggilan wawancara kerja?
Senantiasi tempatkan diri sesuai dengan orang yang mewawancarai. Ingatlah apa yang dia inginkan dari Anda: memastikan apakah Anda memiliki keahlian, atribut personal dan motivasi yang mendukung sukses dalam kerja. Yang harus Anda “jual” selama wawancara kerja adalah elemen-elemen itu: keahlian dan personalitas yang dapat memberi sumbangan penting untuk perusahaan yang sedang mewawancarai Anda.

7. Seberapa jauh saya harus jujur dalam menjawab pertanyaan wawancara kerja?
Pada dasarnya, tentu, harus sejujur mungkin, sebenar mungkin. Tapi, tergantung juga dengan pertanyaan yang diajukan. Untuk pertanyaan yang jawabannya membutuhkan lebih banyak opini pribadi, misalnya, tentu tidak bisa diukur dengan salah atau benar, melainkan jawablah dengan meyakinkan. Intinya, tampilkan diri “sebenar” mungkin. Sekali Anda tampak meragukan, maka semua yang Anda katakan selama wawancara akan membuat pewawancara ragu.

8. Jika pewawancara memperlakukan saya secara tidak menyenangkan, apa yang harus saya lakukan?
Pertama, pastikan dulu apakah tindakan itu bagian dari skenario wawancara –misalnya, sengaja untuk menguji respon Anda terhadap tekanan. Ini memang jarang dilakukan, tapi bisa saja terjadi ketika kemampuan untuk bertahan di bawah tekanan merupakan kualifikasi yang dituntut oleh jabatan yang sedang Anda lamar.

Namun, jika yang Anda hadapi memang seorang pewawancara yang pada dasarnya “kurang ajar”, tetaplah bersikap tenang, dan profesional. Dan, beruntunglah karena Anda tidak akan berurusan lagi dengan orang tersebut setelah wawancara selesai.

9. Perlu menambah keahlian yang supportive / yang relevan
Ini terkait dengan kecepatan. Kalau anda lulusan perhotelan dan anda juga punya penguasaan bahasa asing yang bagus, ini nilainya beda dengan ketika anda hanya tahu soal hotel. Akan lebih bagus lagi kalau anda juga tahu soal komputer, transportasi, dan lain-lain. Artinya, semakin banyak anda melengkapi keahlian utama dengan keahlian pendukung, semakin cepat anda mendapatkan pekerjaan. Langkah anda menjadi semakin luas. Inilah yang disebut dengan memperbaiki profile itu. Yang tak kalah pentingnya di sini adalah memperkuat keimanan pada Tuhan. Ini salah satu masalah non-teknis yang perlu kita perbaiki. Keimanan terkait dengan sejauhmana kita sanggup melakukan upaya pencarian yang terus menerus sampai dapat.

10. Taklukkan emosi Anda yang mentah
Sedikit-sedikit ingin pindah karena alasan yang dangkal. Meski seluruh angkatan kerja baru itu punya keinginan yang menggebu-gebu untuk segera mendapatkan pekerjaan, tetapi prakteknya tidak seluruhnya siap secara lahir-batin mengikuti ritme dunia kerja. Dalam dunia kerja itu ada konflik, ada persaingan, ada hukuman dan ganjaran, dan lain-lain. Hal-hal semacam ini kerap dipahami sebagai sebuah kejadian luar biasa yang hanya terjadi di kantor tempat kita bekerja dan tidak terjadi di tempat lain. Karena itu banyak yang memutuskan untuk berhenti saja atu ingin pindah saja sehingga tidak bisa konsentrasi. Pindah atau berhenti, itu hak kita, tetapi untuk perbaikan diri, hendaknya kita jangan pindah atau berhenti karena kita kalah oleh realitas (lemah) atau menolak untuk belajar dari kenyataan.

11. Jangan Termakan kesimpulan umum.
kita kerap muncul kesimpulan umum yang benarnya hanya sedikit tetapi kita menganggapnya sebagai kebenaran mutlak, semacam misalnya: yang S1 saja banyak yang nganggur, apalagi kamu hanya diploma atau SLTA, yang dari sekolah teknik saja banyak yang nganggur, apalagi kamu jebolan sospol, yang dari PTN saja banyak yang nganggur, apalagi kamu dari PTS, dan lain-lain. Hal itu semua membuat kamu menjadi down, malu
sehingga menjadi hilang semangat untuk mencari pekerjaan. Dalam prakteknya, mendapatkan pekerjaan itu lebih mirip seperti orang main kartu di mana yang lebih sering menentukan kemenangan adalah “how to play”-nya. dan ingat! ”Dengan niat dan tekad yang kuat 1000 anak panah diluncurkan tidak mungkin semuanya salah sasaran”. Begitupun sebagai seorang pencari kerja. Semangat…semangat….

(http://aseppopy.net/pencari-kerja/hal-hal-penting-dalam-mencari-kerja)

Thursday, 28 October 2010

PROPOSAL BISNIS

Julian Cholse


PROPOSAL BISNIS merupakan salah satu katagori dari laporan. PROPOSAL BISNIS digunakan untuk menyampaikan struktur laporan yang bersifat memadukan antara informasi dan persuasif yang diberikan kepada pengguna internal perusahaan (direksi, atasan, dan lain-lain) maupun internal (klien, mitra perusahaan, investor, dan lain-lain). Dengan demikian, PROPOSAL BISNIS merupakan kategori khusus dari sebuah laporan (reports) yang memadukan antara informasi dan komunikasi persuasif.

tujuan PROPOSAL BISNIS, yaitu untuk kepentingan pengguna internal (PROPOSAL BISNIS internal), misalnya manajemen perusahaan dan pengguna eksternal (PROPOSAL BISNIS eksternal), misalnya sponsor atau investor.

1. PROPOSAL BISNIS internal
Dibuat untuk meminta serta membantu membuat keputusan kepada manager dalam suatu organisasi. Yang termasuk dalam internal PROPOSAL BISNIS adalah “funding PROPOSAL BISNIS”, yang meminta dana dan dukungan manajemen untuk proyek-proyek baru yang akan dilakukan perusahaan, dan “general project PROPOSAL BISNIS”, yang berisi meminta ijin untuk menjalankan proyek baru.

2. PROPOSAL BISNIS eksternal
Dibuat untuk meminta serta membantu membuat keputusan dari pihak-pihak diluar organisasi. Yang termasuk kedalam external PROPOSAL BISNIS adalah “investment PROPOSAL BISNIS”, yang meminta dana dari para investor, dan “sales PROPOSAL BISNIS”, PROPOSAL BISNIS penjualan yang dapat memberikan sarana untuk solusi masalah individu, atau untuk pemuasan kebutuhan barang maupun jasa. Jenis PROPOSAL BISNIS ini diajukan kepada pelanggan potensial.

3. Tahap Membuat PROPOSAL BISNIS

Terdapat tiga tahapan penulisan PROPOSAL BISNIS yaitu :

a. Perencanaan PROPOSAL BISNIS

- Menganalisa kondisi . Mengklarifikasi masalah atau melihat kesempatan yang ada, menentukan tujuan, mengembangkan profil penerima, dan mengembangkan rencana kerja.

- Mengumpulkan informasi. Mencari tahu apa yang dibutuhkan penerima, dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan agar dapat memberikan kepuasan kepada penerima.

- Memilih media yang tepat. Memilih media yang terbaik untuk menyampaikan pesan anda. Akan lebih baik jika dapat menyampaikan pesan melalui beberapa media.

- Mengorganisasikan informasi. Tentukan topik utama, membatasi ruang lingkup pembahasan, memilih pendekatan yang akan digunakan, baik pendekatan langsung maupun tidak langsung.

b. Penulisan PROPOSAL BISNIS
Tahap penulisan terdiri dari:

- Menyesuaikan dengan penerima. Perhatikan apa yang dibutuhkan penerima, juga perhatikan tingkah laku, kesopanan, dan bahasa yang bebas bias yang akan anda gunakan.

- Memilih kata-kata yang dapat diterima penerima. Pilih kata-kata yang “kuat” dan dapat membantu anda merangkai kalimat efektif.

c. Melengkapi dan menyelesaikan PROPOSAL BISNIS
Tahap ini terdiri dari:

- Merevisi pesan. Evaluasi isi PROPOSAL BISNIS, edit dan tulis ulang untuk memungkinkan PROPOSAL BISNIS lebih ringkas dan jelas.

- Menghasilkan pesan. Gunakan desain yang efektif untuk membantu penampilan anda.

- Periksa ulang (proofreading) pesan. Periksa kembali terhadap kemungkinan kesalahan yang terjadi.

- Kirimkan pesan. Sampaikan PROPOSAL BISNIS anda melalui media yang ada dan anda anggap efektif, bisa secara tertulis, diampaikan langsung atau melalui media elektronik.

4. Ciri-ciri PROPOSAL BISNIS yang Efektif.
Seperti halnya laporan, PROPOSAL BISNIS bisnis yang efektif dapat terdiri dari:

- Latar belakang

- Maksud dan tujuan

- Tema

- Waktu dan tempat

- Sasaran

- Lembar pengesahan.

5. Untuk PROPOSAL BISNIS permohonan dana, dilampirkan juga rekapitulasi proyeksi rugi laba atau hhasil studi kelayakan usaha yang merupakan salah satu informasi yang dibutuhkan pengguna. Namun demikian, umumnya pada setiap jenis PROPOSAL BISNIS terdapat lapiran rekapitulasi dana yang diperlukan untuk suatu proyek tententu yang akan atau sedang dibangun.

Arti Penting Rencana Bisnis

Julian Cholse

Oleh: AnneAhira.com Content Team

3yyyTiga Tiga perempat dari usaha kecil gagal dalam dua atau tiga tahun pertama. Pemilik usaha yang menyiapkan sebuah rencana bisnis, perencanaan struktur dan strategi bisnis sebagai fungsi dari masing-kegiatan bisnis, lebih memungkinkan untuk mencapai keberhasilan dan menghindari kegagalan.

Bahkan jika mereka tidak gagal, mereka akan membuat lebih banyak keuntungan daripada jika mereka tidak memiliki perencanaan.

Rencana bisnis bukan hanya urusan meminjam uang. Satu-satunya hal yang seringkali dijadikan alasan pemilik membuat bisnis plan hanya ketika mereka berniat pergi ke bank atau investor untuk meminta uang. Setelah persyaratan pinjaman beres, maka rencana tiggal rencana, tanpa pernah mereka tinjau lagi.

Sebuah rencana bisnis resmi memiliki beberapa elemen umum tanpa memperhitungkan sifat bisnis Anda. Ketika Anda lebih cepat belajar dan menguasai elemen-elemen ini, maka Anda akan lebih cepat mendapatkan kontrol dari bisnis Anda dan langsung terhadap profitabilitas yang lebih tinggi.

1. Ringkasan Eksekutif

Hal ini lebih dari sekedar pengenalan, adalah versi yang lebih pendek dari seluruh rencana bisnis. Jika Anda sedang melakukan presentasi rencana Anda ke pihak ketiga, orang-orang yang membaca ringkasan Anda harus dapat memahami bisnis Anda, tanpa perlu membaca rencana lebih lanjut.

2. Sekilas Perusahaan

Unsur ini menjelaskan bisnis Anda secara garis besar:

  • Sifat dari bisnis Anda
  • Kunci faktor industri Anda
  • Pelanggan Anda
  • Produk dan layanan yang ingin Anda kembangkan

3. Lingkungan bisnis

Di sini Anda ingin menjelaskan sifat iklim usaha di mana Anda beroperasi, maka rencana bisnis Anda harus dilengkapi:

  • Arah di pasar yang Anda bergerak
  • Apa yang pelanggan Anda cari
  • Kondisi bisnis
  • Sifat dari persaingan
  • Peluang yang Anda lihat
  • Ancaman yang anda
  • Sebuah penjelasan tentang bagaimana Anda berencana untuk berhasil

4. Deskripsi Perusahaan

Dalam bagian ini akan mencakup apa yang perusahaan Anda tawarkan ke pasar.
Menggambarkan kekuatan perusahaan dan bagaimana agar perusahaan Anda tidak tersingkir dari pesaing. Karenanya, rencana bisnis Anda perlu memeriksa area berikut:

  • Manajemen dan struktur organisasi
  • Produk dan layanan
  • Teknologi baru yang diadopsi oleh bisnis Anda
  • Operasional kemampuan
  • Pemasaran kemampuan
  • Keuangan personil dan sumber daya

5. Strategi Perusahaan

Unsur ini menggambarkan strategi perusahaan Anda, meliputi:

  • Strategi pemasaran untuk meningkatkan dan memperluas bisnis anda
  • Produk dan layanan baru strategi pembangunan
  • Operasional strategi untuk meningkatkan kecepatan, kualitas dan biaya
  • Strategi baru pengembangan karyawan untuk memenuhi kebutuhan bisnis
  • Strategi keuangan menyiapkan strategi bisnis Anda untuk peluang baru

Rencana bisnis Anda harus menjelaskan bagaimana strategi bisnis akan mempengaruhi masa depan bisnis Anda, dan juga harus ada program alternatif tindakan jika terjadi perubahan iklim usaha.

6. Ikhtisar Keuangan

Rencana bisnis perlu dilengkapi laporan keuangan yang menggambarkan saat ini dan masa depan, prediksi keuangan yang didukung oleh strategi yang sebelumnya dan asumsi yang dibuat. Dasar laporan keuangan untuk "saat ini" dan "masa depan" meliputi:

  • Pendapatan
  • Neraca
  • Cash-flow

7. Rencana taktis

Rencana taktis yang meletakkan bagaimana Anda berniat untuk menjalankan rencana bisnis Anda. Mengidentifikasi:

  • Langkah utama
  • Siapa yang bertanggung jawab
  • Jangka waktu yang telah ditetapkan untuk menyelesaikan rencana
  • Sumber daya yang Anda butuhkan


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Julian Cholse