Friday, 11 November 2011

Kacau dan Kecewa Tapi Bhagia

Julian Cholse


Hei kawan !!! Dulu aku punya kawan, bukan dulu sekali, barangkali 2 tahun lalu yg telah berlalu. Indah sekali tak ingin kulupakan segalanya dengan dia, manis, tawa canda riang bersama dia, sungguh sangat indah pastinya.

Ia baik kawan, awalnya aku biasa pastinya, yah manusia menalurikannya, jadilah benih kasih, he ee tapi karena ada yang mengganjal dalam benak, dan ketakutanku kuputuskan tuk diam saja, karena pada saat itu dia juga punya satu. Satu yang dia miliki, waktu itu aku melihatnya dengan seorang, sakit, bener sakit, tapi kujalani dengan bahagia walau benar berat sungguh..

2 tahun berlalu dia punya satu yang baru lagi. Aku salah tak mengaku padahal dulu aku sempat berikan dia sesuatu. Sesuatu yang sempat membuat dia bertanya maksud sesuatu itu, aku hanya menjawab itu hanya sesuatu dari seorang yang ingin membuatmu jadi sesuatu. Kuharap sih demikian tapi jawabanku hanya dalam hati ku urungkan dan kukatakan bukan sesuatu hanya kado sesuatu dari teman baikmu.

Yah itulah kesalahanku aku takut dia tak bahagia dengan ku sebab dia punya segalanya, tapi aku? Siapa? Si miskin menderita dan tak mungkin aku menodai persahabatan yang kucintai. Aku hanya menanti sebuah keajaiban besar dalam kegelapan yang selalu menaungi hatiku. Maafkan aku bukan bagian hidupmu. Namun begitu aku rela menantimu dipengujung waktu mu.

Kutahu cintaku terbatas dan tak sempurna namun aku mau mencintaimu tanpa syarat sebagaimana kau mencintaiku tanpa syarat…. Berbahagialah kau dengan yang kau pilih aku hanya dapat berdoa dikehidupan kedua aku takkan bodoh seperti ini.. semoga kau tahu apa yang kurasa, sbab aku mlihat satu dihatimu yaitu aku,…

Sarang heyo.  .


Saturday, 5 November 2011

Aku Orang yang Bodoh

Julian Cholse

Pernah suatu kali aku yakin bahwa aku sangat menyayangi seseorang. Bodohnya aku, aku yakin bahwa dia pun merasakan hal yang sama. Saat kita terpisah, aku merasa hal itu tidak adil. Sempat tersirat beribu-ribu kali dibenakku untuk mengungkapkan semua perasaanku yang meluap-luap ini kepadanya. Untungnya, itu belum benar-benar terjadi. Namun bodohku, aku pernah mengubunginya untuk sekedar mengucapkan maaf. Dia bingung, untuk apa aku meminta maaf, karena pada kenyataannya kami memang sudah sangat lama tidak pernah bertemu, tidak pernah berkomunikasi, lalu apa yang salah?
Dan, saat itu lah aku baru sadar: betapa bodohnya aku. Untung saat itu aku tidak menjabarkan kalimat:
salahku: aku kangen sama kamu,
salahku: aku pengen ngobrol sama kamu,
salahku: aku orang yang bego,
salahku: aku punya niat buat ngakuin semua itu,
salahku: aku bukan siapa2mu...

sekarang terserah, kamu mau anggep aku bego, idiot, sinting, gila.. ga papa...

tapi, aku—untuk beberapa kali saja dalam hidupku—melakukan sesuatu yang sangat sering dilakukan orang lain. Dan bagian kecil dari hidupku inilah, bagian kecil ini, yang hanya memakan waktu tiga puluh detik, aku sebut sebagai berfikir. Aku berfikir, mempertimbangkan apa yang kira-kira akan terjadi jika aku menjabarkan kalimat-kalimat penuh kebodohan itu. Dan untungnya untuk beberapa kali saja dalam hidupku, aku dapat mengambil sebuah keputusan yang tepat. Aku mengabaikan persaanku, dan berusaha untuk tenang menghadapi kenyataan yang memang lebih sering menyakitkan.
* * *
Saat seseorang ingin berbicara atau bertindak, biasanya mereka mempertimbangkan terlebih dahulu apa yang pantas dan tidak pantas untuk mereka ucapkan kepada seseorang atau untuk mereka lakukan, bahkan seorang sahabat pernah berkata kepadaku “do what you think, and think what you do”. Dengan sangat jelas dalam kalimat tersebut dinyatakan bahwa sebelum melakukan sesuatu, kita harus berfikir: do what you think. Dan, yang berikutnya harus kita lakukan adalah mengevaluasi: think what you do.
Sekalipun aku mengetahui hal ini, dan sahabatku sudah sangat sering mengucapkannya untukku, entah mengapa bagiku kalimat tersebut sangat sukar untuk aku terapkan dalam kehidupanku. Mungkin bukan karena aku tidak bisa, namun lebih karena aku tidak mau.
Aku tidak mau berlelah-lelah untuk berfikir sebelum melakukan sesuatu, namun di akhir saat aku mengevaluasi apa yang telah aku ucapkan atau apa yang telah aku perbuat, saat itu lah masalah mulai muncul dalam batinku. Jika apa yang aku ucapkan atau apa yang aku lakukan salah, saat itu pula aku segera mengoreksi diriku, aku mengoreksi setiap tindakan yang aku buat. Aku mencaci maki diriku karena segala kebodohan yang aku lakukan. Dan, aku merasa jauh sangat bodoh, karena aku tidak mau meluangkan waktu barang tiga puluh detik saja untuk berfikir sebelum aku mengucapkan atau melakukan sesuatu.
Yah,
Aku memang orang yang bodoh.

Saturday, 29 October 2011

Tuhan Menemaniku....!!!!! saat mereka tak pedul1

Julian Cholse

Satu hal yang telah kulihat hari ini bahwa tidak semua akan sama seperti sediakala.......

Dulu aku berpikir dengan pendirian seperti ini semua akan baik-baik saja...

Namun pada akhirnya apa yang aku lihat semuanya kabur bagaikan angin....

Dada ku sesak, sesak sekali tiap kali mendengar ada kata-kata kumpul dan ketika nama ku tidak disebutkan!!!

Ada gerangan kiranya diriku salah dan harus mengoreksi diri,,, segalanya telah aku coba koreksi tapi bukan karena aku tak mau dan tak mampu, namun posisiku benar tidak nyaman untuk ku tempati..

Kadang hanya laptop dan blog ini yang membuat aku sedikit nyaman... kalau kau tahu ada teman q yang selalu berbagi dengan tape recordernya,, dan di ejek, diolok2 (karena seperti orang sters) sekarang aku tahu apa rasanya.. Bedanya aku mencoba menulis.....hanya kua yang di dunia maya yang tahu..


Beban berat sepertinya banyak sekali untuk kupikul,, tak pernah sanggup aku melaluinya,,, namun aku berdoa semoga tuhan membantuku melalui semua sebab hanya dia yang selau bisa menerima keluh kesahku. Walau aku tahu cintaku terbatas dan tidak sempurna, namun kumau mencintaiNya tanpa syarat sebagaimana dia Mencintaiku tanpa Syarat...

aku tahu Tuhan Menemaniku....!!!!! saat mereka tak peduli...

Monday, 10 October 2011

Sudahkan Anda Atma Jaya????

Julian Cholse



Apa yang anda bayangkan jika anda menerima kabar bahwa orang tua anda akan datang menemui anda? Ya.. mungkin jawaban setiap orang akan berbeda, namun akan berbeda rasanya jika orang tua anda yang baru selesai operasi kangker hati datang menemui anda bukan??? Hati akan senang, gembira. Bagaimana mungkin tidak senang, seharusnya anak yang menemui orang tua yang sedang sakit, ini sebaliknya.
Namun, ada satu masalah yang terlalu “ribet”  masalah birokrasi. Ya !!! jangan kaget masalah birokrasi,,, begini ceritanya teman..
Pada tanggal 8 dan 9 Oktober lalu saya mempunyai sebuah pelatihan (yang setelah saya selidiki kata teman-teman lain tidak terlalu gimana gitu) dari KACM UAJY, ya UAJY yang  menjunjung tinggi nilai-nilai keatmajayaan  Inklusif, Humanis, dan Berjiwa yang Unggul. Waktu itu saya berhalangan hadir karena orang tua saya datang mengunjungi saya ke Jogja, jujur hal tersebut merupakan suatu kado istimewa buat saya. Bagaimana tidak, mama saya yang baru operasi hati (75% hati diangkat beserta empedu) di Malaysia datang menemui saya kejogja.
Saat itu saya sempat menolak kedatangan orang tua saya agar datang pada hari senin atau selasa, namun karena papa saya bekerja, apa boleh buat.. akhirnya saya meng SMS Bu Suryanti dalam keadaan sedikit pasrah “Syalom, saya ingin memberitahukan bahwa saya tidak bisa mengikuti pelatihan karena orang tua saya datang. Yang menjadi pertanyaan saya apakah saya masih bisa menjadi asisten?” di jawab “ masih bisa”. Yaa saya memeang salah karena tidak menemui langsung. Harapan saya dengan jawaban itu saja sudah cukup… ya namun birokrasi, tidak cukup meminta ijin hanya kepada satu pihak karena pihak lain merasa tersinggung dan tidak dihargai. Bayangkan jika seorang karyawan meminta ijin untuk tidak masuk kerja, apakah dia harus minta ijin ke direktur, para manjer, teman kerja atau bahakan office boy??? Tidak kan??

Satu pertanyaan saya yang paling mendasar,  jika saudara diposisi saya apa yang akan anda lakukan??? Jujur ketika saya menjadi seorang yang membuat kebijakan “alasan” menjadi suatu hal yang cukup penting. Mungkin anda akan menjawab “saya bisa menerima sebuah alasan kokk!!! Buktinya ada salah satu asisten yang tidak ikut pembekalan, namun di ijin dengan nama UAJY”.  Pertanyaan saya cuma satu, apa anda sadar bahwa saya juga membawa Atma Jaya?, sebagai penanam nilai-nilai keatmajayaan di lingkungan UAJY harusnya anda bisa sadar akan hal itu. Harusya anda mengartikan secara lebih luas lagi makna dari Atma Jaya dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya, ketika saya  memilih orang tua (yang hidupnya hanya 1 tahun lagi) merupakan suatu keputusan yang didalamnya ada suatu unsur keatmajayaan, silahkan anda pikirkan dibagian mana hal itu, jika benar anda tidak tahu dimana letaknya tanyakan kepada saya.

Suatu etiket baik juga coba saya tunjukkan kepada anda pada tanggal 10 oktober 2011 saya mencoba mengkonfirmasi kembali untuk meminta materi yang disampaikan saat pembekalan. Namun?? Heheh ya mungkin sebaiknya tidak saya lakukan… mungkin anda tidak mengevaluasi performa saya saat saya mencoba menjelaskan nilai-nilai keatmajayaan saat inisiasi universitas 99% saya yakin saya menjelaskan dengan jelas walau saya tidak datang 1 kali dalam penjelasan awal (hal ini juga di ungkit kembali padahal performa saya memuasan dan teman-teman yang saya jelaskan meresa jelas, silahkan konfirmasi kemereka). Pada saat itu saya juga meminta bahan yang disampaikan. Artinya saya masih merasa hal itu sebagai sebuah tanggung jawab.

Yaa,, kecewa !!! sangat karena sebuah lembaga penanam keatmajayaan tidak mempertimbangkan keatmajayaan itu sendiri. Akhirnya saya disuruh secara terpaksa untuk mengundurkan diri,,, ya saya ulangi terpaksa!!!! Mau tidak mau, suka tidak suka harus saya lakukan, apalagi nama saya juga tidak terdaftar lagi.. kecewa, kecewa, kecewa…
Satu hal lagi skala prioritas itu penting!!! Bayangkan saudara jika orang tua saya tidak ada !!! mungkinkah saya di UAJY?? Kemudian anda bayangkan ketika saya tidak ikut pembekalan mungkinkah kalau saya mempelajari materi-materinya?? Toh satu orang tetap boleh jadi asisten ya  memang alasanya karena ATMAJAYA…. Sekali lagi coba anda pikirkan dan renungkan apakah perbuatan saya tidak ATAMAJYA ???

Penulisan ini bukan sebagai ejekan, uluk-uluk, atau permohonan maaf saya agar saya dapat menjadi asisten, hanya sebuah koreksi dari diri saya, agar mendengar, memahami dan mengilhami nilai-nilai keatmajayaan dengan tidak sepotong-sepotong.

Terimakasih kesempatan yang telah diberikan untuk bisa menjadi bagian dalam inisisasi universitas (khususnya buat Ibu Suryanti) sehingga saya mempunyai kecintaan dan sedikil mengilhami nilai-nilai atmajaya.


Syalom

 Julian Cholse

Wednesday, 5 October 2011

A Letter from "Mom n Dad"...

Julian Cholse


A Letter from "Mom n Dad"...

My child,

When I get old, I hope you understand 'n have patience with me
In case I break the plate, or spill soup on the table because I’m losing my eyesight, I hope you don’t yell at me.
Older people are sensitive, always having self pity when you yell.
When my hearing gets worse 'n I can’t hear what you’re saying, I hope you don’t call me ‘Deaf!’
Please repeat what you said or write it down.

I’m sorry, my child.
I’m getting older.
When my knees get weaker, I hope you have the patience to help me get up.
Like how I used to help you while you were little, learning how to walk.
Please bear with me, when I keep repeating myself like a broken record, I hope you just keep listening to me.
Please don’t make fun of me, or get sick of listening to me.

Do you remember when you were little 'n you wanted a ballon? You repeated yourself over 'n over until you get what you wanted.
Please also pardon my smell. I smell like an old person.Please don’t force me to shower.
My body is weak.
Old people get sick easily when they’re cold. I hope I don’t gross you out.

Do you remember when you were little? I used to chase you around because you didn’t want to shower.
I hope you can be patient with me when I’m always cranky. It’s all part of getting old.
You’ll understand when you’re older.
'n if you have spare time, I hope we can talk even for a few minutes.
I’m always all by myself all the time, 'n have no one to talk to.
I know you’re busy with work.
Even if you’re not interested in my stories, please have time for me.

Do you remember when you were little? I used to listen to your stories about your teddy bear.
When the time comes, 'n I get ill 'n bedridden, I hope you have the patience to take care of me.
I’m sorry if I accidentally wet the bed or make a mess.
I hope you have the patience to take care of me during the last few moments of my life.
I’m not going to last much longer, anyway.
When the time of my death comes, I hope you hold my hand 'n give me strength to face death.

'n don’t worry..
When I finally meet our creator, I will whisper in his ear to bless you. Because you loved your Mom 'n Dad.
Thank you so much for your care.
We love you. ! ♥

"Just Like This Status If You Love It & You Will Never Leave Your Parents At Any Cost"

Sunday, 25 September 2011

HARGA TRANSFER (TRANSFER PRICING)

Julian Cholse


HARGA TRANSFER


Istilah HT ini dijumpai pada perusahaan yang organisasinya disusun menurut pusat laba dan antar pusat laba tersebut terjadi transfer barang/jasa.

Adanya transfer barang dan jasa dihubungkan dengan proses deferensiasi bisnis dan karena perlunya integrasi dalam organisasi yang telah melakukan diferensiasi bisnis.

Diferensiasi bisnis = diversifikasi àjalan yang dibuat seorang manajemen saat ia menghadapi banyak ketidakpastian, sehingga resiko bisnis meningkat, sehingga untuk menurunkan resiko, ia membuat diversifikasi.
Misalnya : Perusahaan semen yang berkembang mempunyai 2 alternatif :
Alternatif 1  : Terus menginvestasikan dana di usaha semen
Alternatif 2 : Melakukan diversifikasi pada industri lain yang berlainan dengan bisnis sebelumnya (bisnis semen)

Diversifikasi biasa ditempuh melalui proses divisonalisasi (proses pembentukan divisi-divisi yang berperan sebagai pusat laba, yang diserahi fungsi produksi, pemasaran dan diberi tanggung jawab untuk hasilkan laba yang sepadan dengan investasi yang ditanam dalam bisnis divisi)

Peran Harga Transfer  :
  1. Harga Transfer MEMPERTEGAS DIVERSIFIKASI
HT menetapkan dengan tegas hak masing-masing menajer divisi uyntuk mendapatkan laba. Tiap-tiap divisi yang terlibat merundingkan unsure-unsur yang membentuk HT, karena unsure-unsur tersebut akan berdampak terhadap laba yang pada akhirnya laba tesebut digunakan untuk mengukur kinerja divisi
  1. HT SEBAGAI ALAT UNTUK MENCIPTAKAN MEKANISME INTEGRASI
Manajemen puncak dapat mewajibkan suatu divisi untuk memilih sumber pengadaan dari divisi lain dalam perusahaan ketimbang dari luar perusahaan, hanya jika hal ini bisa menguntungkan perusahaan secara keseluruhan. Dengan adanya kebijakan manajemen puncak ini, manajer divisi yang terlibat dipaksa untuk merundingkan HT yang adil bagi divisi yang terlibat.

KONSEP HT :

                   Arti Luas à  Harga produk / jasa yang ditransfer antar pusat pertanggungjawaban dalam perusahaan.
                   Contoh : Biaya listrik yang dialokasikan dari dept. pembangkit listrik ke dept. lain yang menikmati listrik
HT

                  Arti Sempit à Harga produk / jasa yang ditransfer antar pusat laba dalam 1 perusahaan.

Dalam transfer barang / jasa ada 2 macam keputusan :
  1. Keputusan Pemilihan Sumber / Sourcing Decision
à Keputusan mau membeli sumber dari dalam perusahaan atau dari luar perusahaan
  1. Keputusan Penentuan HT / Transfer Pricing Decision
àJika dipilih keputusan membeli dari dalam, akan timbul keputusan berikut : “Pada harga berapa HT diterapkan ?”

KARAKTERISTIK HT :
1.       Masalah HT timbul jika divisi yang terkait diukur kinerjanya berdasarkan laba divisinya.
Perusahaan yang dibentuk berdasarkan divisi-divisi akan dinilai kinerjanya berdasarkan laba yang diperoleh, maka manajer pusat laba sangat peduli terhadap factor-faktor yang mempengaruhi  penerimaan laba, termasuk di dalamnya penentuan HT (baik bagi divisi pembeli/penjual).
Jika beli, gak mau menanggung rugi akibat ketidakefisienan divisi penjual
Jika jual, gak mau jual terlalu murah, hanya karena alasan masih dalam satu perusahan

2.       HT SELALU MENGANDUNG UNSUR LABA
Bagi divisi penjual, HT merupakan pendapatan yang pada gilirannya merupakan unsure laba yang dipakai sebagai dasar penilaian kinerja, sehingga adanya transfer barang ke divisi pembeli harus mengandung unsur biaya di dalamnya

3.       HT MERUPAKAN ALAT MEMPERTEGAS DIVERSIFIKASI, SEKALIGUS MENGINTEGRASIKAN DIVISI YANG DIBENTUK
àProses pembentukan HT memberi kesempatan kepada manajer divisi yang terkait untuk merunding semua unsure pembentuk HT, karena unsure ini akan mempengaruhi besar kecilnya laba.
àDengan HT, divisi yang telah dibentuk dianggap sebagai perusahaan “independent” yang melakukan nego penetapan harga barang yang ditransfer antar divisi tersebut.

MASALAH YANG TIMBUL DALAM PERUNDINGAN HT

Masalah ini muncul akibat adanya penilaian kinerja yang dinilai dari laba yang diperoleh suatu divisi, termasuk HT sehingga sering timbul masalah dalam penentuan besarnya HT yang disepakati yaitu :

1.       DASAR APA YANG AKAN DIPAKAI SEBAGAI LANDASARN PENENTUAN HT ?
 Full Costing
                                                                               Biaya Penuh
                                                                                     Rill                 Variabel Costing

                                                      BIAYA                                          ABC

                                                                                                            Full Costing
                                                                              Biaya Penuh
            Dasar Penentuan                                           Standart                        Variabel Costing
             Harga Transfer
                                                                                                            ABC
                                                                                               
                                                      HARGA PASAR

2.       BESARNYA LABA YANG DIPERHITUNGKAN DALAM HARGA TRANSFER











PENENTUAN HT BERDASARKAN BIAYA
  • Berdasarkan biaya penuh produk yang ditransfer, yang dapat dipilih antara biaya penuh riil dan biaya penuh standart.
  • Bila biaya riil yang dipilih, ada kemungkinan tejadi ketidakefisienan divisi penjual dibebani ke divisi pembeli (karena biaya penuh divisi penjual mengandung pemborosan) à Biaya ini tidak baik digunakan sebagai dasar penetapan HT
  • Bila biaya penuh standart yang dipilih, hal di atas dapat dihindari karena biaya standart mencerminkan operasi terbaik dengan biaya yang seharusnya dibebani oleh divisi penjual.
Tapi  biaya standart ini akan membuat keenganan divisi penjual untuk memperbaiki efisiensi produksi, karena jika efisiensi ditingkatkan, HT menjadi kecil dan akhirnya laba yang dihasilkan divisi penjual turun àkinerja turun.
Untuk mamcu divisi penjual untuk melakukan efisiensi, penurunan biaya standart sebagai hasil perbaikan efisiensi, biaya stndart tidak langsung digunakan sebagai dasar penentuan HT, tetapi dalam waktu tertentu, divisi penjual diberi kesempatan untuk menikmati tambahan laba akibat efisinesi, sehingga penlaian kinerja naik.

Yang Harus Diperhatikan Jika BIAYA dijadikan sebagai dasar penentuan HT
  1. Metode Penentuan HT harus mendorong divisi penjual senantiasa melakukan perbaikan efiensi dan produktivitasnya
  2. Jika terjadi ketidakefisienan pada divisi penjual, tidak boleh dialihkan ke divisi pembeli melalui HT
  3. Untuk menentukan HT, harus ada aturan, oleh sebab itu tiap ada transfer barang harus dilakukan melalui negoisasi

Rumus Umum HT

                                                      HT = Biaya Penuh** + Laba
 

                                               
                                                    y% x aktiva penu (aktiva lancar + tidak lancar)

**) Biaya Penuh bisa memakai 3 pendekatan :
            1. Pendekatan Full Costing
            2. Pendekatan Variabel Costing
            3. Pendekatan ABC

JIKA GUNAKAN PENDEKATAN FULL COSTING
OKKY Corp. memiliki dua divisi (Divisi A dan B) yang dibentuk sebagai pusat laba. Divisi A menghasilkan suku cadang Q dan dijual di pasar luar sebanyak 10% dan sisanya ditransfer ke divisi B. Manajer Divisi A dan B sedang mempertimbangkan penentuan harga transfer suku cadang Q untuk tahun anggaran yad. Menurut anggaran, divisi A akan beroperasi pada kapasitas normal sebanyak 1000 unit dengan taksiran biaya benuh untuk tahun anggaran yad sebagai berikut :
            Biaya produksi                                    Rp. 200.000.000
            Biaya administrasi dan umum             Rp.   50.000.000
            Biaya pemasaran                                 Rp.   20.000.000
                                                                        -------------------- +
            TOTAL biaya penuh divisi A             Rp. 270.000.000

Total aktiva yang diperkirakan pada awal tahun anggarna adalah sebesar Rp. 1.000.000.000 dan laba yang diharapkan yang dinyatakan dalam ROI = 20%
Tentukan harga transfer untuk suku cadang Q !

Jawab :

·         Perhitungan Markup :
Biaya administrasi & umum                                        Rp.   50.000.000
Biaya pemasaran                                                         Rp.   20.000.000
Laba yang diharapkan : 20% x Rp. 1.000.000.000     Rp. 200.000.000
                                                                                    -------------------- +
Jumlah                                                                         Rp. 270.000.000
Biaya Produksi                                                            Rp. 200.000.000
                                                                                    ---------------------
Markup                                                                                    135%

·         Perhitungan Harga Transfer :
Biaya Produksi                                                            Rp. 200.000.000
Markup 135% x Rp. 200.000.000                               Rp. 270.000.000
                                                                                    -------------------- +
Jumlah harga jual                                                        Rp. 470.000.000
Volume produksi                                                             1.000 unit
Harga transfer perunit                                             Rp. 470.000,-

JIKA GUNAKAN PENDEKATAN VARIABLE COSTING
Biaya Variabel :
Biaya produksi variable                                  Rp. 150.000.000
Biaya administrasi umum variable                  Rp.   10.000.000
Biaya pemasaran variable                                Rp.     5.000.000
                                                                        -------------------- +        Rp. 165.000.000
Biaya Tetap :
Biaya produksi tetap                                       Rp.   50.000.000
Biaya administrasi umum teta p                      Rp.   40.000.000
Biaya pemasaran tetap                                    Rp.   15.000.000
                                                                        --------------------- +       Rp.   95.000.000
                                                                                                            -------------------- +
TOTAL BIAYA PENUH                                                                  Rp. 270.000.000
                                   
·         Perhitungan Markup :
Biaya Tetap                                                                 Rp.   95.000.000
Laba yang diharapkan 20% x Rp. 1.000.000.000       Rp. 200.000.000
                                                                                    -------------------- +
Jumlah                                                                         Rp. 295.000.000
Biaya variable                                                             Rp. 165.000.000
                                                                                    -------------------- :
Markup                                                                                  179%

·         Perhitungan Harga Jual:
Biaya Variabel                                                Rp.  165.000.000
Markup 179% x 165.000.000                         Rp.  295.000.000
                                                                        -------------------- +
Jumlah harga jual                                            Rp.  460.350.000
Volume produksi                                                  10.000 kg
                                                                        --------------------- :
Harga jual per kg                                                Rp.  4.600

Kelemahan Penentuan HT atas dasar BIAYA
1.       Biaya penuh divisi penjual akan diperiksa / disetujui oleh divisi yang terlibat, sehingga bisa saja ada biaya yang akan ditolak divisi pembeli sebagai biaya yang tidak efisien dan jika divisi pembeli membeli produk dengan jumlah banyak à minta harga khusus
2.       Sulit untuk menentukan laba / ROI yang wajar bagi divisi penjual. Apalagi bila sebagian besar produk divisi penjual dijual ke luar, maka perlu dipisahkan antara biaya untuk penjualan ke luar dank e dalam (agar divisi penjual bisa menghitung laba yang diperoleh dari penjualan keluar)

JIKA GUNAKAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING

Jika activity based costing dipakai sebagai pendekatan perekayasaan biaya yang digunakan sebagai dasar penentuan harga transfer, unsure-unsur yang diperhitungkan dalam penentuan harga transfer menjadi :

Harga Transfer = Biaya penuh + Laba
 

                                                                              Berdasarkan :
                        Unit Level Activity Cost à jumlah yang diproduksi
                        Batch Level Activity Cost à jumlah batch produksi
                        Product Level Activity Cost à taksiran jumlah unit produksi
                        Facility Sustaining Activity Cost à taksiran unit produksi pd kap.normal

Yunita Corp. memiliki dua divisi (A dan B) yang di bentuk sebagai pusat laba. Divisi A menghasilkan suku cadang Q dan R yang dijual di pasar luar sebanyak 10% dan sisanya ditransfer ke divisi B. Manajer divisi A dan B sedang mempertimbangkan penentuan harga transfer suku cadang A untuk tahun anggaran yad. Perusahaan menggunakan pendekatan activity based costing dalam penentuan biaya penuh. Menurut anggaran, divisi A direncanakan akan beroperasi pada kapasitas normal sebanyak 1.000.000 unit suku cadang Q dan 2.000.000  unit suku cadang R.


Suku Cadang Q
Suku Cadang R
Unit Level Activity Cost
     Biaya standar perunit
Batch Related Activity Cost
     Biaya standar per batch
Product Sustaining Activity Cost
     Biaya perunit
Facility Sustaining Activity Cost
     Biaya setahun

Rp. 1.500

Rp. 200.000

Rp. 500

Rp. 200.000.000

Rp. 2.000

Rp. 150.000

Rp. 300

Rp. 400.000.000
Tabel 1 : Data Activity Costs suku cadang Q dan R

Misalkan divisi A mentransfer 1000 unit suku cadang Q ke Divisi B dalam bulan Januari 20X1. Jumlah tersebut diproduksi dalam dua productin run (batch)
Total aktiva Divisi A yang diperkirakan pada awal tahun anggaran Rp. 1.000.000.000 dan laba yang diharapkan divisi A yang dinyatakan dalam ROI sebesar  22%.
Markup untuk suku cadang Q dan R didasarkan pada unit level activity cost.
Diminta : Hitung harga transfer suku cadang Q !

Laba yang diharapkan 22% x Rp. 1Milyar
Unit Level Activity Cost :
        Suku cadang Q : 1.000.000 x Rp. 1.500
        Suku cadang R : 2.000.000 x Rp. 2.000
 Rp.   220.000.000

Rp. 1.500.000.000
Rp. 4.000.000.000
Markup
40%

Harga transfer 100.000 unit suku cadang Q bulan Januari 200X1 yang dibebankan oleh divisi A kepada divisi B :

Biaya Penuh:
Unit Level Activity Cost
       100.000 unit x Rp. 1.500
Batch Level Activity Cost
       2 batch x Rp. 200.00
Product Level Activity Cost
       100.000 unit x Rp. 500
Facility Level Activity Cost
       100.000 unit x Rp. 200 à Rp. 200.000.000 : 1.000.000 unit


Rp. 150.000.000

Rp.        400.000

Rp.   50.000.000

Rp.   20.000.000
Biaya Penuh suku cadang Q
Markup 40% x Rp. 150.000.000 (unit Level Activity Cost)
Rp. 220.400.000
Rp.   60.000.000
Harga Transfer suku cadang Q (100.000 unit)
Rp. 280.400.000


MASALAH PENENTUAN SUMBER PENGADAAN (Sourcing Decision)

Contoh Soal :
Divisi X memproduksi suku cadang A yang dapat dijual di pasar atau ditransfer ke divisi Y untuk dirakit dengan suku cadang lain menjadi produk yang dijual di pasar luar perusahaan sebagai produk akhir divisi Y. Harga pasar suku cadang divisi X dan biaya variable disajikan berikut ini :


Divisi X
Harga pasar suku cadang A jika dijual / kg
Biaya variable / kg

Laba kontribusi / kg
Volume produksi divisi X setahun

Jumlah laba kontribusi untuk 20.000 kg produk
Rp. 1.500
Rp.    700
------------- +
Rp.    800
20.000 kg
------------- x
Rp. 16.000.0000

Divisi Y
Harga pasar hasil produk divisi Y / unit
Biaya variable yang ditambahkan oleh divisi Y
-          Biaya perakitan
-          Biaya pemasaran
Rp. 1.700

Rp.    500
Rp.   400

HARGA TRANSFER yang sebaiknya ditetapkan untuk suku cadang divisi X tergantung dari :

1. Jika divisi X beroperasi pada kapasitas penuh à DIVISI X jual produk ke luar


Divisi Y
Harga pasar
Biaya variable :
-          Dari divisi X
-          Ditambah pada divisi Y
            Perakitan   Rp. 500
            Pemasaran    Rp. 400
Kerugian divisi Y jika beli dari divisi X



Rp. 1.500
Rp.    900


Rp. 1.700

Rp. 2.400



Rp.    700

2. Jika divisi X tidak beroperasi pada kapasitas penuh àDIVISI X jual produk ke divisi Y tetapi dengan harga Rp. 750,- bukan Rp. 1.500,- à sama-sama untung !


Divisi X
Divisi Y
Harga transfer
Rp. 750

Harga pasar



Rp. 1.700
Biaya variable :
    Divisi X
    Dari divisi X
    Ditambah dengan divisi Y :
-          Perakitan
-          Pemasaran

Rp. 700





Rp. 500
Rp. 400


Rp. 750


Rp. 900





Rp. 1.650
Laba kontribusi
Rp. 50


Rp. 50

Kelamahan penentuan harga transfer atas dasar BIAYA :
  1. Harus dicapai persetujuan lebih dahulu antar divisi penjual dan pembeli mengenai biaya apa saja yang dapat diterima sebagai dasar penentuan harga transfer.
  2. Sebenarnya sangat sulit untuk menentukan laba atau ROI yang wajar bagi divisi penjual
  3. Divisi penjual menjamin akan mandapatkan laba atau ROI seperti yang telah disetujui divisi pembeli dan penjual à padahal ini menjadi dasar penilaian kinerja divisi penjual.
PENENTUAN TRANSFER PRICE ATAS DASAR HARGA PASAR

Jika produk yang mau ditransfer punya harga pasar, maka harga pasar dapat dipandang sebagai dasar yang adil.

Harga pasar dipandang sebagai Opportunity Cost :
Penjual à Penghasilan yang akan dikorbankan di dalam mentransfer produk kepada divisi pembeli
Penjual à Biaya yang seharusnya dikeluarkan jika produk tersebut dibeli dari luar.

Harga Pasar disini adalah HARGA PASAR MINUS dengan alasan :
  1. Kuantitas produk yang ditransfer umumnya cukup besar, sehingga menimbulkan penghematan pada divisi penjual, sehingga terjadi potongan volume (volume discount)
  2. Dalam transfer barang, divisi penjual tidak mengeluarkan biaya-biaya seperti iklan, promosi, komisi dll
  3. Juga untuk transfer tidak dibutuhkan biaya penggudangan.


Persentase
Harga Pasar
DIKURANGI :
Potongan Volume
Biaya Penjualan
Komisi Penjualan
Biaya Penagihan
Biaya Pegudangan
100

1.0
12.0
2.0
0.5
5.5
Total Biaya Pengurangan
21.0
Harga transfer dalam % dari harga pasar
79.0
Penyajian penentuan harga transfer dengan metode market price minus

Kelemahan Harga Pasar :
1.       Tidak semua produk punya harga pasar
2.       Divisi penjual punya pasar yang sudah pasti (yaitu divisi pembeli) sehingga keuntungan ini hanya dinikmati oleh divisi pembeli saja (divisi penjual hanya dituntut harus bisa capai harga pasar)
3.       Tentukan Harga pasar terkadang sulit saat harga pasar sangat berfluktuatif

PASAR TERBATAS

Dalam pasar yang terintegrasi, sourcing decision jadi sangat terbatas :
  • Divisi penjual à kesulitan cari alternative pasar di luar perusahaan bagi produknya
  • Divisi pembeli à kesulitan cari alternative pemasok lain di luar perusahaan
Hal ini disebabkan karena keadaan sbb :
  1. Jika 1 divisi dalam sebuah perusahaan adalah pemasok tunggal bagi komponen suatu produk, tidak mungkin terdapat kapasitas yang disediakan oleh pemasok luar untuk komponen produk tersebut.
  2. Jika suatu perusahaan telah putuskan untuk melakukan investasi yang significant dalam 1 fasilitas produksi, kecil kemungkinan perusahaan tersebut menggunakan sumber dari luar perusahaan untuk memenuhi kebutuhan produk, meskipun di luar perusahaan tersedia sumber tersebut à bisa gunakan sumber dari luar perusahaan, asal harga yang ditawarkan oleh pemasok luar mendekati biaya variable perusahaan à sangat jarang terjadi
  3. Tersedianya kapasitas di dalam perusahaan membatasi penyediaan kapasitas di luar perusahaan…………………………….

HARGA SAING
à Harga produk yang sama dengan produk yang ditransfer, yang berlaku di pasar luar
à Harga saing lebih baik sebagai harga transfer dibandingkan dengan harga transfer yang ditetapkan secara intern dalam perusahaan yang terintegrasi, karena :
  1. Harga saing mengukur kinerja suatu divisi dalam menghadapi persaingan
  2. Harga saing tidak terikat oleh kondisi internal perusahaan.
  3. Harga saing dapat mengukur kontribusi masing-masing divisi terhadap laba perusahaan secara keseluruhan saat kapasitas di dalam perusahaan tidak tersedia, perusahaan harus membeli dari luar pada harga saing. Selisih antara harga saing dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan merupakan uang yang dapat dihemat karena memilih alternative membuat sendiri dibandingkan dengan alternative membeli dari pemasok luar atau sebaliknya.

Cara memperoleh harga saing :
  1. Melalui tender à perusahaan akan peroleh penawaran harga dari berbagai pemasok
  2. Harga pasar yang diterbitkan oleh perusahaan lain à dijadikan harga saing, dengan syarat :
2.1.  Harga tersebut mencerminkan harga yang benar-benar berlaku dipasar
2.2.  Kondisi perusahaan yang terbitkan harga tersebut memiliki kondisi yang sama dengan kondisi yang ada di perusahaan . Mis :harga ditentukan untuk kapasitas “raksasa” àharus diterapkan di perusahaan yang memproduksi dengan kapasitas “raksasa” juga.

MASALAH DALAM PENENTUAN HARGA TRANSFER

Setiap harga transfer akan menjadi biaya variable bagi divisi pembeli, meskipun dari sudut pandang perusahaan secara keseluruhan, harga transfer tersebut mengandung unsur biaya tetap dari divisi penjual à JIKA manajer divisi pembeli melakukan perencanaan laba jangka pendek à usaha optimasi laba jangka pendek yang dilakukan oleh divisi pembeli tidak selalu berakibat optimasi laba perusahaan secara keseluruhan (hal ini bisa terjadi jika menggunakan harga transfer perunit.

Untuk divisi penjual yang menjual seluruh (hampir seluruh) produknya ke divisi lain dalam perusahaan yang sama, divisi penjual disebut CAPTIVE SUPPLIER à memiliki tanggung jawab pokok pada pengendalian biaya, mutu produk dan ketepatan jadual produksi dan TIDAK memiliki wewenang yang significant dalam bidang pemasaran àlaba divisi CAPTIVE SUPPLIER sangat ditentukan oleh volume produk yang dijual àpenilaian kinerja SANGAT COCOK di dasarkan atas biaya dibanding LABA àPseudo profit center (pusat laba tidak dalam arti yang sebenarnya) àkarena laba divisi penjual sangat ditentukan oleh kinerja divisi lain.

Untuk memecahkan masalah yang dihadapi Captive supplier di atas, ada dua alternative yang dapat dipilih :
  1. Memperlakukan divisi penjual sebagai pusat biaya à Pjelasan di atas
  2. Memilih satu dari tiga alternative harga transfer :
2.1. Beban tetap bulanan
2.2. Pembagian laba
2.3. Dua macam harga.

BEBAN TETAP BULANAN
Contoh : Divisi MIRA mentransfer seluruh produknya ke divisi ADNAN. Struktur biaya divisi MIRA dalam memproduksi produk adalah sbb:

Biaya variable perunit                                                 Rp.          800.000
Biaya tetap pertahun                                                   Rp.    600.000.000
Investasi dalam modal kerja dan fasilitas produksi    Rp. 2.400.000.000
Tarif kembalian investasi                                            10%

Harga transfer produk divisi MIRA yang ditransfer ke divisi ADNAN dihitung sbb:
  1. Untuk setiap unit produk yang ditransfer oleh divisi MIRA, Divisi ADNAN dibebani harga sebesar Rp. 800.000 perunit
  2. Setiap bulan divisi ADNAN dibebani tambahan beban :
(1)   biaya tetap sebesar Rp. 50.000.000 (Rp. 600.000.000 : 12 bulan)
(2)   Laba sebesar Rp. 20.000.000 (10%x Rp. 2.400.000) : 12 bulan

Jika dalam suatu bulan Divisi MIRA mentransfer 10.000 unit produk ke divisi ADNAN, beban yang ditanggung oleh divisi ADNAN dalam bulan tersebut dihitung sbb:
            Biaya variable 2.000 x Rp. 800.000                Rp. 1.600.000.000
            Biaya tetap                                                      Rp.      50.000.000
            Laba                                                                Rp.      20.000.000
                                                                                    ---------------------- +
            Harga Transfer                                                Rp. 1.670.000.000

à Dengan metode harga transfer beban tetap bulanan, divisi penjual sebagai captive supplier tidak dipengaruhi kinerjanya oleh volume penjualan divisi pembeli. Walaupun divisi tidak mentransfer produk ke divisi pembeli à divisi pembeli dijamin SELALU mendapatkan laba.

PEMBAGIAN LABA (Profit Sharing)
1. Divisi pembeli dibebani biaya variable standar untuk setiap unit produk yang ditransfer oleh divisi penjual ke divisi pembeli.
2. Biaya variable divisi penjual ke divisi pembeli digunakan untuk menghitung biaya variable kumulatif produk yang selesai diproduksi dan dijual oleh divisi pembeli
3. Setelah divisi penjual berhasil menjual produk tersebut ke pasar luar, laba kontribusi yang diperoleh àdibagi secara adil kepada divisi penjual dan pembeli.

Contoh : PT. GINANDA memiliki dua pusat laba : Divisi ANDHIKA dan divisi SUSI. Biaya variable perunit produk yang dihasilkan sbb:

Divisi ANDHIKA
Divisi
SUSI
KUMULATIF
Biaya variable perunit
Biaya variable perunit yang       ditambah Dalam divisi SUSI
Biaya variable perunit kumulatif
Rp. 8.000


Rp. 5.000



Rp. 13.000

Misalkan dalam suatu bulan divisi ANDHIKA mentransfer 1000 unit produk ke divisi SUSI. Laba kontribusi yang dihasilkan dari penjualan produk yang dilakukan oleh divisi SUSI dibagi menurut perbandingan proporsi biaya variable masing-masing divisi dalam total biaya variable produk.
Jika 1000 unit produk dapat dijual seluruhnya oleh divisi SUSI dengan harga jual Rp. 20.000/unit maka perbandingan laba diperhitungkan sbb :
Hasil penjualan 1.000 unit x Rp. 20.000
Biaya variable kumulatif : 1.000 x Rp. 13.000
Rp. 20.000.000
Rp. 13.000.000
Laba Kontribusi
Rp.   7.000.000
Laba bagi Divisi ANDHIKA : 8/13 x Rp. 7 juta
Laba bagi Divisi SUSI : 5/13 x Rp. 7 juta
Rp.   4.307.692
Rp.   2.692.308
Jumlah Laba yang dibagi
Rp.   7.000.000

DUA PERANGKAT HARGA (Two Sets of Price)
Dua perangkat Harga :     -      Harga Untuk dijual ke luar
-             Harga Untuk dijual ke divisi lain

Laporan rugi-laba divisi RINA dan FAIZAL, perusahaan secara keseluruhan :

Divisi RINA
Divisi FAIZAL
Perusahaan
Pendapatan Penjualan
Biaya variable
Rp. 11.000.000
Rp.   8.000.000
Rp.  18.000.000
Rp.  13.000.000
Rp. 29.000.000
Rp. 21.000.000
Laba Kontribusi
Adjustment
Rp.   3.000.000
Rp.    5.000.000
Rp.   8.000.000
Rp.   3.000.000
Laba kontribusi setalah adjustment
Rp.   5.000.000

Adjustmen sebagai pengurang laba perusahaan àKarena Laba Rp. 3.000.000 pada akhirnya telah menjadi biaya saat berada di divisi pembeli / FAIZAL.

PENGELOLAAN HARGA TRANSFER
Ada 2 aturan formal yang ditetapkan dalam mengatur penetapan harga transfer :
  1. Negosiaasi Antar divisi
  2. Arbitrase à hanya jika jalan negosiasi tidak bisa ditempuh.
LATIHAN SOAL :
SOAL 1
PT. FATAH memiliki dua divisi yang dibentuk sebagai pusat laba : Divisi HERDYN dan Divisi RASYID. Divisi HERDYN menghasilkan suku cadang Q yang dijual dipasar luar sebanyak 5% dan sisanya ditransfer ke divisi RASYID. Manajer ke2 divisi sedang mempertimbangkan penentuan harga transfer suku cadang Q untuk tahun anggaran 200X.

Menurut anggaran, divisi HERDYN direncanakan akan beroperasi pada kapasitas normal 1.000.000 unit dengan taksiran biaya penuh standart untuk tahun anggaran yang akan datang sebagai berikut :
                        Biaya bahan baku                                Rp.   60.000.000
                        Biaya tenaga kerja                               Rp. 120.000.000
                        Biaya overhead pabrik variabel           Rp.   50.000.000
                        Biaya overhead pabrik tetap               Rp.   90.000.000
                        Biaya administrasi variabel                 Rp.   70.000.000
                        Biaya administrasi tetap                      Rp.   80.000.000
                        Biaya pemasaran variabel                    Rp.   40.000.000
                        Biaya pemasaran tetap                        Rp.   23.000.000
                                                                                    -------------------- +
                        Total biaya penuh                                Rp. 453.000.000

Total aktiva yang diperkirakan pada awal tahun anggaran adalah sebesar 2 Milyar dan laba yang diharapkan dalam bentuk ROI sebesar 15%
Ditanya :
Tentukan Harga transfer suku cadang Q jika perusahaan menggunakan pendekatan Full Costing dan Variabel Costing !

SOAL 2
Divisi ISMAIL memproduksi suku cadang yang digunakan oleh Divisi IRAWAN. Biaya produksi suku cadang adalah :
            Bahan baku langsung             $10
            Tenaga kerja langsung     2
            Overhead variable                       3
            Overhead tetap                           5 * à didasarkan pada volume 200.000 unit
                        Total Biaya                  $20

Biaya lain yang dikeluarkan oleh divisi ISMAIL :
            Penjualan dan administrasi tetap        $500.000
            Penjualan variable (perunit)                            1

Suku cadang biasanya dijual dengan harga antara $28-$30 dalam pasar eksternal. Saat ini divisi ISMAIL menjual produknya kepada pelanggan ekternal seharga $29. Divisi ini mampu memproduksi 200.000 unit pertahun, namun Karena kondisi perekonomian lemah hanya 150.000 unit yang diperkirakan akan terjual selama tahun yad. Biaya penjualan variable dapat dihindari apabila suku cadang dijual secara internal.
Divisi IRAWAN selama ini membeli suku cadang serupa dari pemasok eksternal dengan harga $28. Divisi ini memperkirakan akan menggunakan 50.000 unit suku cadang selama tahun yad. Manajer Divisi IRAWAN telah mengajukan penawaran untuk membeli 50.000 unit dari divisi ISMAIL seharga $18 perunit

Diminta :
1.       Tentukan harga transfer minimum yang dapat diterim divisi ISMAIL
2.       Tentukan harga transfer maksimum yang bersedia dibayar oleh divisi IRAWAN
3.       Haruskan transfer internal dilakukan? Mengapa ?
Apakah Anda adalah manajer divisi ISMAIL, bersedia menjual 50.000 suku cadang dengan harga $18 perunit ? Jelaskan !
4.   Seandainya total aktiva operasi rata-rata divisi ISMAIL adalah $10.000.000. Hitunglah ROI untuk tahun yad, dengan asumsi bahwa 50.000 unit tersebut ditransfer ke divisi IRAWAN dengan harga $21.




LEBIH LENGKAP SILAHKAN DOWNLOAD DARI SUMBERNYA DI LINK BERIKUT

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Julian Cholse